Seorang Warga Trimulyo Mengaku Diminta Ratusan Juta oleh Kades, Saat pencairan Ganti Rugi Bendungan Margatiga -->

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Ketum PPWI Kunjungi Lapas Salemba dan Bezuk Alvin Lim

Jakarta | Resolusitv.com Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, berkesempatan mengunjungi Lapas Salemba, Seni...

Seorang Warga Trimulyo Mengaku Diminta Ratusan Juta oleh Kades, Saat pencairan Ganti Rugi Bendungan Margatiga

RESOLUSITV
Jumat, Februari 03, 2023

Lampung Timur | Resolusitv.com

Gito,Warga Desa Trimulyo kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur,mengaku didatangi Kepala Desa Trimulyo yang berinisial AS,dan di minta uang sebesar Rp.160.000.000.- sesaat setelah menerima Ganti Rugi Lahan tahap 1,Dampak genangan Bendungan Margatiga.

Kepada Awak Media Lantainewstv.com beberapa Waktu yang Lalu,Gito menyampaikan Uang itu merupakan titipan Tanam Tumbuh di Lahannya setelah Penetapan lokasi Lahannya oleh Satgas Bendungan Margatiga,yang kemudian di lakukan penanaman oleh Kepala Desanya,dan otomatis dengan Penambahan Tanam tumbuh setelah Penlok membuat ada selisih nilai Tanam tumbuh dari sebelum penanaman baru,yang menjadi hak Kepala Desa selaku pelaku titipan tanaman baru setelah Penetapan lokasi.

Menurutnya tanaman yang dititipkan dilahannya,berupa Karet kecil,namun entah kenapa di Penetapan berubah menjadi Karet Sedang dan jumlahnya berubah banyak setelah sanggah hingga jumlahnya mencapai Ratusan juta Rupiah,diapun menambahkan bahwa Lahan itu atas nama orang tuanya,dan dirinya hanya mendampingi orangtuanya saja.

Seorang Narasumber yang enggan di publikasikan jati dirinya,menyampaikan bahwa selain Gito masih banyak Lahan yang dititipi Tanam Tumbuh,bahkan dengan Sukarela dirinya menyerahkan daftar nama Petani yang Lahannya di jadikan alat mencuri Uang Negara.

Beliau juga mengatakan ada Lahan R yang di atas namakan Kasep Wahono,dan sudah di cairkan,” Sudah dicairkan ganti Ruginya dan uangnya sudah diambil Kades,padahal itu harusnya jadi Kas Desa,lebih jelasnya temui Bayan Sukir atau Kasep Wahono biar jelas” ujarnya.

“Karena Bayan Sukir dan Misijo yang tahu tentang cerita Lahan itu,keduanya juga pemain Titipan dan Mark up tanam tumbuh,apalagi Dwi orang 57,biasanya mereka kumpul di Rumah Bayan Sukir,ada juga dari Jabung,Beni atau Sudin,Nanang dan Pur terus Ilham juga” tambahnya.

“Ini saya kasih data petaninya Misijo dan Dwi,Tolong di laporkan orang orang itu mas,biar tidak Merajalela,”pungkasnya sambil menyerahkan poto copy Nama – Nama petani yang sudah dijilid rapi.

Sayangnya Awak media gagal meminta konfirmasi dari Nama – nama yang disebut Narasumber,Bayan Sukir menolak dikonfirmasi karena mengaku sakit,sedangkan Misijo,Dwi dan Kades gagal ditemui dan tidak menjawab saat di hubungi via Whasapps.

Sementara Beni saat di datangi di kediamannya tidak berhasil ditemui dan menurut tetangganya sudah berhari – hari meninggalkan Kedua Rumahnya tidak Tahu kemana,sedangkan Nanang alias Bang Jo yang juga Guru di SMP N Jabung,mengaku hanya berperan menjadi Supir jika Sudin Alias Beni melakukan pertemuan dengan Misijo dan kawan – kawannya dirumah Bayan Sukir di Dusun 3 desa Trimulyo kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur,dan terkait hubungannya dengan Okta selaku Petugas Pengesahan ganti Rugi Tanam tumbuh bendungan Margatiga hanya sekedar mengambil berkas sanggah dan mengantar kembali setelah di serahkan ke Beni ke Rumah Okta,dirinya juga memaparkan pernah di periksa bersama Bayan Sukirdi dan Misijo di Polres Lampung Timur,sedangkan Pur perannya hanya sebagai Supir pengganti.(Tim/Red)