Lelaki Sudah Beristri Nyabuli Siswi SMA Digerebek Warga -->

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

PPWI dan Lapas Salemba Jakarta Sepakat Tingkatkan Jalinan Kerjasama

Jakarta – Resolusitv.com Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Lemba Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Salemba, Jakarta Pusat, sepakat ...

Lelaki Sudah Beristri Nyabuli Siswi SMA Digerebek Warga

RESOLUSITV
Rabu, Januari 18, 2023

http://www.resolusitv.com

Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur dihebohkan dengan kejadian di Bekri Desa Tanjung Jaya Kabupaten Lampung Tengah.

Akibat kelakuan SA yang sudah beristri warga Desa Negri katon Kecamatan Marga Tiga, diduga mencabuli siswi SMA Warga Kecamatan Sekampung, sebut saja Anggrek, yang masih duduk dibangku SMA kelas 11.

Orang tua anggrek ketika diwawancara membenarkan bahwa putrinya waktu itu digrebek Warga, kami tau info tersebut, pada saat itu kami di bel Kepala Desa Tanjung Jaya bahwa anak kami diamankan di Kepala Desa Tanjung Jaya, supaya anak kami bisa dibawah pulang.

Dengan kejadian tersebut akhirnya kami kesana didampingi Bayan Gin, ketika disana supaya permasalah Anggrek ini bisa selesai saya harus membayar denda sebesar 5juta rupiah, akhirnya demi anak saya bisa pulang, saya ikut juga urunan sama orang tua SA membayar denda ke-Desa dengan alasan Kades untuk bersih Desa, sebesar 1juta rupiah,  karena saya cuma bisa membayar segitu, dari 5juta rupiah permintaan mereka,"keluh orang tua Anggrek.

SA sampai saat ini tidak bisa di temui, Menurut keterangan orang tua SA  yang diduga menjemput dan meniduri anggrek, lelaki yang sudah beristri, juga membenarkan, bahwa kejadian anaknya SA di Bekri Desa Tanjung Jaya anaknya diamankan Kepala Desa, supaya tidak diamuk masa,"cerita orang tua SA yang diduga pelaku.

Saya taunya di bel Pak Dian Kepala Desa Negri katon bahwa, Kepala Desa Tanjung Jaya ngebel Pak Dian. Akhirnya saya berangkat kesana, disitu ada Kepala Desanya dan ada dua Oknum anggota Polisi juga yang ikut mendamaikan,"ujarnya.

Supaya damai di Desa waktu itu mereka meminta uang 6juta rupiah, kami tidak ada kami cuma ada 3juta rupiah, karena yang  1juta rupiah nya uang anak saya, kalau tidak kami bayar anak saya tidak bisa pulang,"tambahnya.

Dengan ini beberapa Aktivis di Kabupaten Lampung 
Timur, mengharapkan kepada APH untuk cepat menindak lanjuti yang diduga pelaku Pencabulan anak dibawah umur, supaya pelaku dihukum atas perbuatannya.(Hansan & Joni)