Ketua DPC PPWI Labuhanbatu Kecam Pengeroyokan Jurnalis di Tempat Hiburan Malam -->

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

PPWI dan Lapas Salemba Jakarta Sepakat Tingkatkan Jalinan Kerjasama

Jakarta – Resolusitv.com Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Lemba Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Salemba, Jakarta Pusat, sepakat ...

Ketua DPC PPWI Labuhanbatu Kecam Pengeroyokan Jurnalis di Tempat Hiburan Malam

RESOLUSITV
Selasa, Desember 27, 2022



Resolusitv.com | Labuhanbatu

Ketua DPC PPWI Labuhanbatu (Persatuan Pewarta Warga Indonesia), Kirman Dewantara kecam atas tragedi pengeroyokan jurnalis Labuhanbatu, yang bernama Teguh Agustino K, yang tidak lain adalah sekretaris PPWI DPC Labuhanbatu, disalah satu tempat hiburan malam yaitu Brother Station kelurahan Lobusona, kecamatan Rantau Selatan, kabupaten Labuhan batu (Minggu, 25/12/2022).

Pengeroyokan jurnalis ini bukan pertama kalinya terjadi di kabupaten Labuhanbatu, namun sudah beberapa kali terjadi pemukulan jurnalis yang berujung proses hukum.

Kirman sendiri menyesalkan terjadinya tragedi tersebut, apalagi jurnalis yang mengalami pengeroyokan tersebut adalah sekretarisnya sendiri.

Ketika awak media meminta tanggapannya terhadap kejadian tersebut via telpon. Kirman menyampaikan kekesalannya.

"Saya tidak terima jurnalis yang juga sekretaris saya dikeroyok oleh sekelompok orang di tempat hiburan malam. Ini preseden buruk untuk para jurnalis, dan sangat melukai hati jurnalis lainnya. Kemerdekan pers tidak lagi di hormati dengan kejadian ini, saya akan desak Polres Labubanbatu untuk mengusut tuntas kasus ini, juga menyampaikan kepada rekan-rekan dan juga pimpinan kami agar ini menjadi atensi".Tegas Kirman.

Selain itu juga, Kirman menjelaskan pelanggaran dan sanksi yang harus di terima para pengeroyok jurnalis di tempat hiburan malam tersebut.

"Selain pemukulan dan pengeroyokan, pelaku juga wajib menerima sanksi terhadap menghalang-halangi tugas seorang jurnalis. Karena pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan memperluaskan gagasan dan informasi sesuai dengan pasal 18 ayat (1) UU pers yang menyatakan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)". Sebut Kirman.

Diketahui bahwa Kirman akan melakukan upaya sampai tingkat pusat, dengan mengkonfirmasi seluruh rekan-rekan juang jurnalis,terkhusus yang tergabung dalam wadah PPWI, dan meminta ketum PPWI menyurati pihak-pihak terkait baik dari pusat, provinsi hingga kabupaten.

RD