Aniaya dan Keroyok Wartawan Saat Meliput, Pihak Brother Station Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu -->

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

PPWI dan Lapas Salemba Jakarta Sepakat Tingkatkan Jalinan Kerjasama

Jakarta – Resolusitv.com Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Lemba Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Salemba, Jakarta Pusat, sepakat ...

Aniaya dan Keroyok Wartawan Saat Meliput, Pihak Brother Station Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu

RESOLUSITV
Minggu, Desember 25, 2022





Resolusitv.com | Labuhanbatu

Kembali terjadi,seorang jurnalis Labuhanbatu yang juga sekretaris DPC PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) kabupaten Labuhanbatu, diduga di aniaya dan di keroyok oleh pihak tempat hiburan malam dan sekelompok preman sekitar pukul 01.30 WIB disalah satu tempat hiburan malam atau diskotik Brother Station di jalan Lobusona, kelurahan Ujung Bandar, kecamatan Rantau Selatan, kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. (Minggu, 25/12/2022).

Jurnalis yang bernama Teguh AK tersebut diduga dikeroyok oleh beberapa orang, disinyalir dari pihak Brother Station itu sendiri dan beberapa orang yang diduga warga Rantauprapat.

Kronologis dari kejadian tersebut yaitu berawal dari personil Al Uois (Aliansi Ummat dan Ormas Islam) kabupaten Labuhanbatu mengunjungi tempat hiburan malam, dengan tujuan ingin memastikan aktifitas yang ada ditempat hiburan malam tersebut. Karena ada informasi bahwa ada acara yang menghadirkan DJ dari luar kota dan juga adanya dugaan bahwa tempat hiburan malam tersebut disinyalir adanya praktik jual beli narkoba dan minuman alkohol tanpa izin.

Kehadiran pihak Al Uois tersebut membuat pihak tempat hiburan malam tidak senang, sehingga terjadi pengeroyokan terhadap 5 personil Al Uois dan juga salah satu jurnalis dari media Resolusitv.com, Teguh AK saat ingin meliput kegiatan pihak Al Uois Labuhanbatu tersebut.

Informasi ini diperoleh saat Teguh dan personil Al Uois lainnya melakukan pelaporan di Polres Labuhanbatu, dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, dihari yang sama setelah pengeroyokkan terjadi.

"Hebat kali orang tuh memukuli saya dan kawan-kawan Al Uois sampai babak belur, padahal saya dan kawan-kawan ormas tidak ada melakukan kegiatan yang melanggar aturan di Brother Station tersebut.Labuhanbatu ini sudah biasa dengan praktek-praktek premanisme,Ini untuk kedua kalinya saya mengalami hal yang hampir sama, kemarin saat di desa Tanjung Medan juga seperti ini, hanya saja hari ini memang tidak sempat melarikan diri dengan cepat, hampir mati saya disitu. Perlu dievaluasi pemerintahan di Labuhanbatu ini. Soalnya surat menyurat pun tidak direspon sama sekali,pelanggaran HAM dianggap sebelah mata, hancur sudah Labuhanbatu ini.Dan sebagai putera daerah saya kesal sekali dengan kondisi Labuhanbatu ini". Jelas Teguh.

Dengan kondisi mata merah dan pipi lembam Teguh mengutarakan kekesalannya, bahkan Teguh menambahkan statemen terhadap hak-hak jurnalis yang juga dikangkangi pihak tempat hiburan malam Brother Station tersebut.

"Siapapun tidak boleh menghalang-halangi tugas seorang jurnalis. Karena pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan memperluaskan gagasan dan informasi. Sesuai dengan pasal 18 ayat (1) UU pers menyatakan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)". Tegas Teguh.
 
Informasinya korban-korban dari pihak Al Uois ada yang kepalanya bocor, selangkangannya bengkak, muka babak belur, serta luka-luka ditangan dan kaki. Sementara Teguh sendiri mengalami memar di wajahnya, akibat pemukulan pihak Brother Station dan juga sekelompok yang diduga preman tersebut.

Diharapkan agar pihak kepolisian segera menangkap semua pelaku pengeroyokan tersebut.

RL