Sekjen PPWI Melapor Ke Polres Labuhanbatu, Terkait Pelanggaran HAM yang Dialaminya -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

HKPI Cetak Para Kurator dan Pengurus yang Andal, Profesional, dan berkarakter dalam Kepengurusan Kepailitan dan PKPU

JAKARTA | Resolusitv.com Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI) telah menutup pelatihan kurator dan pengurus pada Jumat (09-06-2023)...

Sekjen PPWI Melapor Ke Polres Labuhanbatu, Terkait Pelanggaran HAM yang Dialaminya

RESOLUSITV
Selasa, November 29, 2022




Resolusitv.com | Labuhanbatu

Sekretaris PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) Dpc Kabupaten Labuhanbatu, Teguh Ak, SH yang didampingi Penasehat Hukumnya, yaitu Muhammad Yani Rambe, SH. Telah membuat laporan terkait pelanggaran HAM yang dialaminya beberapa bulan yang lalu, Ke Mapolres Labuhanbatu. Sekitar pukul. 20.00 WIB. (Rabu, 28/11/2022).

Teguh yang merupakan salah satu Bakal Calon Kepala Desa Tanjung Medan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu. Mengalami gagal daftar sebagai calon kepala desa, dikarenakan adanya penolakan dari sekelompok masyarakat yang diduga adalah pendukung salah satu calon kepala desa yang lain.

Terkait hal tersebut, awak media meminta keterangan dari Teguh, atas apa yang dialaminya.

"Saya baru saja selesai melaporkan seseorang ke Polres Labuhanbatu, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/2444/XI/2022/SPKT/RES-Labuhanbatu/Polda/Sumut. Atas ancaman yang dilakukannya terhadap saya. Sehingga ancaman, intimidasi dan penolakan tersebut mengakibatkan saya gagal daftar sebagai calon kepala desa. Pada hari Sabtu, tanggal 10 September 2022, sekitar pukul. 13.30 WIB. Di Halaman Kantor Kepala Desa Tajung Medan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu." Jelas Teguh.

Penolakan yang dilakukan sekelompok masyarakat tersebut, diduga merupakan pelanggaran HAM atas hak-hak warga negara yang dilindungi oleh konstitusi, yaitu memilih dan dipilih sesuai perundang-undangan yang berlaku. Namun pihak-pihak terkait tetap saja melakukan penolakan pencalonannya dengan berbagai cara. Termasuk gerakan demonstrasi terencana yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat.

"Pengembangan kasus ini nantinya akan membuktikan siapa saja yang terkait dalam upaya penggagalan saya dan kawan-kawan untuk menjadi calon kepala desa. Termasuk mereka yang saya duga melakukan makar terhadap aturan yang berlaku dengan mendemo saya dan kawan-kawan. Selain itu saya juga menduga adanya beberapa petinggi di daerah ini yang ikut campur tangan atas kejadian ini. Saya berharap Polres Labuhanbatu tegas dalam menanggapi laporan saya. Dan juga dalam pengembangan kasus ini. Jangan lagi ada gerakan-gerakan premanisme dan anarkisme di daerah ini. Kita sudah merdeka, seharusnya malu dengan daerah-daerah lain yang benar-benar menjalankan asas Demokrasi" tambah Teguh

Diketahui jika Teguh dan beberapa calon yang lain bisa ikut mendaftar pada saat itu. Maka calon yang diduga digadang-gadangkan oleh petinggi di Kabupaten Labuhanbatu tersebut, tereliminasi otomatis dari calon kepala desa, sesuai Perda Kabupaten Labuhanbatu nomor. 04 tahun 2022 . Atas tambahan seleksi syarat yang berlaku jika calon lebih dari 5 orang.
(Team)