WARGA DI SEKITAR PT. CENTRAL AVIAN PERTIWI DESA GUNUNG SUGIH BESAR KELUHKAN AROMA DAN LALAT DIRUMAH MEREKA -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Polri Sarang Mafia, AIPDA Aksan Bongkar Kebobrokan Institusinya

Jakarta - Resolusitv.com Dalam dua hari ini publik dikejutkan lagi dengan video viral yang berisi pernyataan seorang anggota Polri berpangka...

WARGA DI SEKITAR PT. CENTRAL AVIAN PERTIWI DESA GUNUNG SUGIH BESAR KELUHKAN AROMA DAN LALAT DIRUMAH MEREKA

RESOLUSITV
Senin, Oktober 17, 2022


Resolusitv.com, Lampung Timur

Senin, 17 Oktober 2022

Aroma tak sedap akan segera tercium ketika melintas di sekitaran PT. Central Avian Pertiwi sebuah perusahaan ayam petelur yang berada di Desa Gunung Sugih Besar Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur.

Hal serupa dirasan oleh warga sekitar yang bukan hanya aroma tak sedap mereka pun sehari-hari siang malam rumahnya dihinggapi ribuan lalat.

Hasil investigasi Resolusitv.com menemukan bahwa perusahaan ini tidak ada papan plang perusahaan yang ada hanya spanduk covid 19 yang dipasang di tembok, dari situlah masyarakat tahu bahwa perusahaan ini bernama PT. Central Avian Pertiwi.

Nama perusahaan ini pun masih membingungkan karena di slip gaji karyawan tertulis PT. Gloria Jaya Abadi (GJA) yang beralamatkan di jalan Danau Maninjau Barat Malang.

Sementara itu tentang izin lingkungan beberapa masyarakat setempat merasa belum pernah tahu adanya sosialisasi untuk izin lingkungan oleh PT. Central Avian Pertiwi.

Hal itu seperti dijelaskan Husin yang rumahnya tepat berhadapan dengan pintu masuk ke perusahaan. 'tidak pernah ada minta tanda tangan ke saya yang rumahnya berhadapan langsung dengan pintu masuk perusahaan dan lalatnya sangat mengganggu". Jelasnya kepada tim Resolusitv.com

Menurut sumber lain yang tidak mau disebut identitasnya perusahaan tersebut awalnya bergerak diusaha ayam pedaging dengan perusahaan bernama PT. Sinar Ternak Sejahtera tapi kemudian tutup. 

"Masalah pergantian ini kami tidak pernah tahu bagaimana cara berganti dari Ayam potong ke Ayam petelur dan tidak ada pertemuan dengan masyarakat tentang itu termasuk kepada siapa dan bagaimana caranya masyarakat menyampaikan keluhan dengan adanya aroma dan lalat yg berada dipemukiman ini". Jelas Hasan

 (Hantoni Lubis)