TAK GUBRIS KONFIRMASI WARTAWAN ATAS PROYEK BIBIT DINAS KEHUTANAN PROPINSI LAMPUNG SENILAI 3 M -->

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

SOPIYAN SUBING : JIKA LANGKAH BUPATI TEPAT ASET LAMPUNG TIMUR EKS BPR TRIPANCA SETIADANA BISA KEMBALI

Resolusitv | Lampung Timur 27 Januari 2023 Koalisi masyarakat dan NGO Lampung Timur melakukan audiensi (26/01/23) dengan Pemerintah Daerah L...

TAK GUBRIS KONFIRMASI WARTAWAN ATAS PROYEK BIBIT DINAS KEHUTANAN PROPINSI LAMPUNG SENILAI 3 M

RESOLUSITV
Selasa, Oktober 04, 2022




Resolusitv.com |Lampung Timur


4 Oktober 2022

Sebelumnya diberitakan Resolusitv.com pada dengan judul "pengadaan bibit hasil lelang Dinas Kehutanan Propinsi Lampung tak sesuai tidak sesuai spek" karena tinggi bibit, ukuran polybag yang tak sama serta plastik pada sambungan pucuk bibit belum dibuka menandakan bahwa bibit tersebut belum siap edar.

Namun ketika tim Resolusitv.com menyambangi tempat penampungan sementara bibit pada hari Jum'at, 30 September 2022 ternyata proyek bibit yang dikerjakan oleh Gemintang Arsindo tersebut sudah tidak ada di tempat.

Menurut para kelompok tani penerima mengatakan bahwa ketika datang belum boleh dibagi karena Inspektorat dan dinas belum turun, ketika ditelpon bahwa sudah bisa dibagi ya dibagikan karena Inspektorat dan Dinas sudah meninjau bibit tersebut.

"Kita bagikan pak dengan ngisi daftar permohonan berapa batang setelah mendapat izin dari yang punya proyek dan kita minta poto copy ktp penerima". Jelas salah seorqng pengurus kelompok tani

Menanggapi hal tersebut wartawan Resolusitv.com menyayangkan hal tersebut karena PKK Boni Yudhiyanto, SP juga Kepala Dinas Kehutanan Propinsi tak menjawab konfirmasi tertulis tanggal 15 September 3022 dari wartawan resolusitv.com hingga berita ini diterbitkan kedua kalinya.(4/10/2022).

Sementra itu ketika wartawan Resolusitv.com berbincang-bincang dengan beberapa kelompok tani yang sudah menerima bantuan mengatakan bahwa mereka mendapatkan tambahan 300 batang perkelompok karena tinggi bibit belum memenuhi spek yang sudah ditentukan yaitu minimal 50 cm.

"Iya pak standar tinggi bibit itu 50 cm diukur dari pangkal batang bukan dari tanah seperti yang Resolusitv.com lakukan sebelumnya, nah karena banyak bibit masih dibawah 50 cm maka perkelompok dapat tambahan 300 batang perkelompok". Jelas para ketua kelompok itu saling mengamini satu dengan yang lainnya

Wartawan Resolusitv.com saat melakukan investigasi didampingi salah seorang penangkar yang sudah berbadan hukum mengatakan bahwa bibit yang dikirim itu banyak yang belum layak edar karena belum bertunas.

"Ini bibit belum banyak yang bertunas bertunas atau pucuk yang disambung belum berkembang baru daun yang ada memang ada dipucuk yang disambung dan ini dilihat dari bentuk daun tidak satu jenis tapi 2-3 jenis pucuk yang digunakan, artinya bukan hanya interes dari pohon induk ijo bundar dan ijo panjang ini tapi diduga ada dari jenis lain". Jelas penangkar yang tidak mau disebut namanya 

Pernyataan dari penangkar tersebut diamani oleh seorang kelompok tani yang pernah mendengar langsung dari dinas membahas bahwa puncuk sambung alfukat tersebut terdiri dari beberapa jenis. (Hantoni Lubis)