Semakin Parah, Miris Nasib Mbah Sarmini,"Ayo Gotong Royong ! Perbaiki Rumah Layak Untuk Mbah Sarmini" -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Polsek Parapat Evakuasi Mayat Wanita Berjaket Biru Dipinggiran Danau Toba

SIMALUNGUN - Resolusitv.com Kapolsek Parapat Resort Simalungun AKP Jonni Silalahi SH memimpikan melakukan olah TKP sekaligus evakuasi penemu...

Semakin Parah, Miris Nasib Mbah Sarmini,"Ayo Gotong Royong ! Perbaiki Rumah Layak Untuk Mbah Sarmini"

RESOLUSITV
Kamis, September 08, 2022





Resolusitv.com | Lampung Timur


Begitu lebarnya jarak kesenjangan antara si kaya dan si miskin tampak dari keadaan rumah tinggal seorang nenek yang bernama Mbah Sarmini seorang warga Donomulyo RT 003 RW 001 Desa Donomulyo, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. 


Saat di sambangi oleh awak media,salah satu cucu Mbah Sarmini,Ayu menceritakan bagaimana keadaan rumah neneknya itu begitu memprihatinkan,“Kalau hujan airnya masuk ke dalam rumah, kami nggak bisa tidur, Bang,”.ujar Ayu.kamis(8/9/2022). 

Kalau melihat langsung kondisinya,tidak mungkin ada yang mau tinggal di rumah yang sudah mau ambruk seperti ini,tampak rumah tersebut jauh dari kata layak.Tapi kenyataannya itulah yang selama ini Mbah Sarmini rasakan.

Jauh dari kata layak,terlihat dinding bambu mulai bagian bawah,tengah hingga atas sudah berlubang,bahkan bagian bawahnya bisa disusupi hewan seperti anjing yang sering berkeliaran juga ular sering keluar masuk rumah.

Belum lagi ketika musim hujan datang, air dengan mudahnya masuk dan membanjiri bagian dalam rumah Mbah Sarmini. Tiangnya pun sudah miring, semua bagian dinding, tiang bahkan atap sudah lapuk dan kapanpun bisa saja ambruk.

Lebih mirisnya lagi,rumah ini juga tidak memiliki MCK ataupun sumur sendiri, sehingga selama ini Mbah Sarmini harus menumpang ke toilet milik tetangga.

“Maunya pengen bisa perbaiki rumah, Pak. Biar nenek bisa tidur lebih nyenyak. Kasian nenek udah tua,” ucap Ayu, cucu Mbah Sarmini. 

Sedangkan Mbah Sarmini sendiri saat ini sudah renta,Ia berjalan saja menggunakan bantuan kursi plastik dan sudah tidak bisa lagi bekerja. 
Sementara itu, anaknya, Pariyanto adalah seorang tunanetra yang pergi ke Jawa dengan harapan bisa membuka panti pijat di sana. Beliau sudah jarang mengabari dan jarang mengirim uang, sementara menantunya, Astuti, menjadi buruh cuci di kampung tempat mereka tinggal. Lagi pula sekarang tidak lagi bisa bekerja karena terbaring sakit menderita penyakit kencing manis.

“Beras dari bantuan PKH itu masih ada… kalau nggak ada sayuran ya (makannya) paling pake sambel sama garem, dah gitu aja,” cerita Ayu sambil tersenyum sabar.

Wahai sahabat, Mbah Sarmini dan keluarga kecilnya sangat membutuhkan bantuan kita. Jangan biarkan Mbah Sarmini tertimpa rumah yang ambruk karena tak pernah diperbaiki. Sebelum itu terjadi, mari gotong royong bantu Mbah Sarmini perbaiki rumahnya.

Konfirmasi via Telpon/Wa;
_ Bang Rizal +62 813-7315-4369
_ Bintoro +62 852-6942-7079
(Tim)