Diduga Banyak Aset Negara di RSUD Sukadana yang Raib tak Berbekas -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Penambang Pasir Ilegal Di Marga Tiga Tidak Tersentuh Hukum

http://www.resolusitv.com www.resolusitv.com http://resolusitv.com Google.com Resolusitv.com, Maraknya penambangan pasir ilegal di Kecamatan...

Diduga Banyak Aset Negara di RSUD Sukadana yang Raib tak Berbekas

RESOLUSITV
Jumat, September 23, 2022




Lampung Timur | Resolusitv.com


Adanya informasi terkait raibnya USG yang ada dirumah Sakit Umum Daerah Sukadana Kabupaten Lampung Timur,membuat Awak media dari beberapa media berusaha menelusuri Kebenaran Informasi tersebut,dari Informasi yang di terima Awak Media yang menyebutkan bahwa Alat USG itu diduga sudah dipindahkan ke Satu Rumah Sakit Swasta di Mataram baru yang notabene milik salah satu Dokter yang bertugas Di RSUD Sukadana.

Ditindak lanjuti dengan melakukan Penelusuran ke Rumah Sakit Swasta tersebut,setelah sebelumnya Awak media mendatangi DP2KD Kabupaten untuk menanyakan adalah lelang Aset milik Rumah Sakit Di kurun waktu 2019 sampai 2022,Namun menurut DP2KD belum pernah dilakukan Lelang di Era Tahun Itu.

Saat bertemu dengan oknum Direktur Rumah Sakit Swasta (Rabu 21/09/2022) Di Rumah Makan Surabaya yang lokasinya tidak Jauh dari Rumah Sakit Swasta tersebut, direktur Rumah sakit Swasta di Mataram Baru itu sempat marah dan mengatakan akan memotong leher orang yang menyampaikan informasi tersebut, dirinya juga mengaku biasa di hubungi wartawan dan LSM, Yang selalu ditantangnya untuk bertemu"saya atau kalian yang harus mencari,"ujarnya "Gampang nanti tinggal Polsek yang cari mereka,"Tegas.

Namun dirinya menolak di rekam vidio terkait informasi yang mengatakan USG milik RSUD Sukadana ada di Rumah Sakitnya,dan tidak mengizinkan awak media mengambil gambar alat USG yang ada di Rumah Sakitnya,menurutnya itu ruang pribadi miliknya," kalau mau konfirmasi resmi Ke RSUD Sukadana saja,besok jam 11,nanti kita bareng Dr N direktur RSUD Sukadana,"pintanya.

Namun Dr. berinisial HD ini memaparkan beberapa hal yang sungguh mengejutkan,menurutnya diduga banyak fasilitas milik Rumah Sakit yang hilang seperti komputer misalnya,saat Akan akreditasi data akreditasi tiga tahun yang lalu tepatnya tahun 2019 tidak ada,ini dikarenakan komputer yang digunakan menyimpan fail tersebut tidak tahu dimana keberadaannya,dan kemungkinan masih ada yang lain lagi.

Sayangnya saat awak media mendatangi RSUD Sukadana Kamis (22/09/2022) tepat jam 11.00 wib sesuai janji ,Dr HD tidak ada di tempat dan menurut Satpam RSUD, direktur sedang Rapat.

Disinyalir juga alat kesehatan (Alkes) ultrasonografi (USG) medis 3 dimensi (3D) inventaris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana diduga digelapkan oleh oknum dokter berinisial dr. HAS.

Dr. HAS yang merupakan tenaga kesehatan (Nakes) pelayanan kesehatan (Yankes) poli di RSUD Sukadana diduga kuat membawa Alkes USG 3D ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) miliknya.

Untuk mengetahui keberadaan alkes USG 3D yang telah dibawa oleh dr. HAS tersebut, terlebih dahulu masuk ke ruang poli tempatnya bekerja di RSUD Sukadana di duga dengan cara berpura-pura akan melakukan pemeriksaan.

"Ngecek alat USG 3 dimensi yang dibawa (dari) rumah sakit itu, salah satu caranya masuk di ruangannya pura-pura periksa," ungkap nara sumber terpercaya kepada media ini pada Kamis, 15 September 2022 pukul 21.09 WIB.

Baru nanti setelah dari ruang poli tempat dr. HAS kerja, kemudian menuju ke ruang bidang sarana dan prasarana (Sarpras) RSUD Sukadana agar mereka tak bisa mengelak.

"Baru nanti menuju ke ruang sarana dan prasarana RS Sukadana, supaya mereka tidak bisa ngelak," terang nara sumber itu.

Selanjutnya, melakukan pengecekan ditempat seseorang berinisial RW, untuk mengetahui apakah alkes USG 3D tersebut telah dilakukan proses lelang.

"Ngecek lagi ditempat R...W... mereka, barang yang dibawanya itu apakah sudah dilakukan lelang," pungkas nara sumber.

Kasi aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Lampung Timur, Sigit menyampaikan bahwa belum ada proses lelang barang inventaris sejak tahun 2021 sampai dengan sekarang.

"Rencana ada, tapi belum masih proses, ini rencana 2021 dilakukan di 2022, mungkin akhir tahun," kata Sigit Kasi Aset pada Selasa, 20 September 2022 jam 11.00 WIB.
(Team)