Aksi Cabul AAD Diduga Sudah Berlangsung Lama, Perkiraan Bisa 3 Santri Jadi Korban Dalam Semalam -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Tugu Santri Pancasila Diresmikan, DPP Pemuda Cinta Aceh Buka Suara

ACEH BARAT - Resolusitv.com Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI), melalui Prof. Yudian Wahyudi selaku Kepala BPIP...

Aksi Cabul AAD Diduga Sudah Berlangsung Lama, Perkiraan Bisa 3 Santri Jadi Korban Dalam Semalam

RESOLUSITV
Minggu, Februari 13, 2022





Labuhanbatu|Resolusitv.com

Disinyalir pada 2020 sekitar bulan Juni, pelaku AAD(53) juga sudah pernah melakukan permintaan maaf kepada orang tua santri korban cabulnya di Pesantren Tarbiyah Islamiyah Hajoran,yang diduga cabul tersebut bisa jadi sebelum Juni 2020.

Seakan tidak ada jeranya, AAD kembali melakukan aksi cabulnya yang kali ini dilakukan di perladangan kelapa sawit.

Sebelumnya AAD diduga pernah lakukan aksi bejatnya juga sampai mendatangi kamar santri laki-laki saat waktu istirahat tengah malam,dimana menurut salah satu santri yang nggan disebut namanya mengatakan bahwa temannya ada yang jadi korban dengan cara AAD memainkan kemaluan teman santrinya.
"Korban teman sekelas saya RAH, kemaluannya diraba raba hingga mengalami luka akibat terkena kuku AAD".tuturnya.

Selama ini tidak ada santri yang berani mengadu ke orangtuanya karena takut, sehingga membuat pelaku merasa aman dan mengulangi nya kembali, namun bangkai akhirnya tercium juga, keluarga korban pun membuat laporan kepolisian,sehingga pelaku pun langsung diamankan pihak kepolisian Polres Labuhanbatu.

Kuat dugaan korban cabul ini bisa mencapai ratusan santri dengan perkiraan sudah lamanya aksi bejat ini dilakukan AAD, sehingga Unit UPPA Satreskrim Polres Labuhanbatu terus mendalami kasus pencabulan guru  terhadap santrinya,dan pihaknya masih menunggu laporan dari korban yang lain, kemungkinan korbannya masih bertambah.

Dampak dari perbuatan cabul menyimpang tersebut bisa merusak mental dan psikologi para korban yang masih usia belia untuk menjalankan kehidupan sosialnya ke depan.
Diharapkan ada Study Deskriptif untuk penanganan korban seksual terhadap anak seperti di adakan klinik rehab untuk psikologi anak korban seksual menyimpang.


Dikutip dari rilis Polres Labuhanbatu, Kasatreskrim AKP Rusdi Marzuki mengatakan."saat ini masih 3 orang korbannya kemungkinan akan bertambah makanya kita akan terus mendalami kasus ini," kata AKP Rusdi Marzuki  Sabtu (12/2/2022) Pagi.


Diketahui, AAD adalah warga Dusun Hajoran l Desa Hajoran Kec Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang berprofesi guru sekaligus  Kepala Sekolah  yayasan pesantren Tarbiyah Islamiyah Hajoran diamankan dari tempat kediamannya Kamis (10/2/2022) malam.

Dalam kutipan rilis pihak polres Labuhanbatu,Informasi menyebutkan pelaku AAD menjalankan aksinya pelecehan terhadap santrinya diareal perkebunan sawit yang tidak jauh dari pesantren tempat pelaku mengajar.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui Kasat Reskrim AKP Rusdi Marzuki didanpingi Kasi Humas Kompol Murniati dan Kanit UPPA membenarkan, bahwa mengamankan pelaku pencabulan terhadap santrinya,

Pelaku diamankan petugas atas laporan Abang Kandung korban pada Bulan Januari lalu, setelah kita lidik dan keterangan para saksi-saksi baru dilakukan penahanan

"Benar, kamis malam ada mengamankan pelaku pencabulan terhadap satri tempat pelaku mengajar dan pihaknya saat ini masih terus mendalami kasus ini, kemungkinan masih ada korban yang lain," ungkap AKP Rusdi kepada sejumlah wartawan diruang unit UPPA Polres Labuhanbatu

Menurut kasat, kejadian tersebut sudah berlangsung 2 bulan, namun laporan atau pengaduan diterima polisi pada bulan Januari 2022 lalu dimana laporan itu ada 3 korban yang menjadi korban pencabulan

Terungkapnya kasus pencabulan tersebut sambung Kasat Reskrim,  dimana salah satu korbannya berinisial BPH (14) mengadukan perbuatan pelaku kepada orang tuanya, mendapat laporan tersebut orang tua korban langsung membuat laporan kepolres Labuhanbatu pada Januari 2022 yang lalu.

Kemudian, dari keterangan pelaku kepada petugas, lanjut Kasat Reskrim, pelaku melakukan aksinya kesuatu tempat diareal perkebunan kelapa sawit yang tidak jauh dari pesantren dengan mengendarai sepeda motor milik pelaku.

"Guna mempertanggungjawabkan peebuatannya pelaku dikenakan UU Perlindungan Anak Pasal 82 ayat 2 dengan ancaman 15 tahun Penjara"tutupnya
(Red)