Pejuang Pers Nasional Tirto Adhi Soerjo, Dijuluki Bapak Pers Indonesia -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Tugu Santri Pancasila Diresmikan, DPP Pemuda Cinta Aceh Buka Suara

ACEH BARAT - Resolusitv.com Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI), melalui Prof. Yudian Wahyudi selaku Kepala BPIP...

Pejuang Pers Nasional Tirto Adhi Soerjo, Dijuluki Bapak Pers Indonesia

RESOLUSITV
Minggu, Januari 09, 2022



Banten|Resolusitv.com 

Tirto Adhi Soerjo terlahir sebagai Raden Mas Djokomono di Blora Jawa Tengah di tahun 1880 dan beliau meninggal di Batavia pada 07 Desember 1918, pada umur 37 atau 38 tahun, beliau adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia. Minggu (09/01/2022).


Tirto Adhi Soerjo dikenal juga sebagai perintis persurat kabaran dan kewartawanan nasional Indonesia, Tirto Adhi Soerjo menerbitkan surat kabar Soenda Berita pada tahun 1903-1905, Medan Prijaji pada tahun 1907) dan Putri Hindia ditahun 1908, Tirto Adhi Soerjo juga mendirikan Sarikat Dagang Islam, Medan Prijaji dikenal sebagai surat kabar nasional pertama di indonesia, dengan menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia), dan seluruh pekerja mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli.



Tirto Adhi Soerjo adalah orang pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda dan pembentuk pendapat umum. Dia juga berani menulis kecaman-kecaman pedas terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada masa itu. Akhirnya Tirto ditangkap dan disingkirkan dari Pulau Jawa dan dibuang ke Pulau Bacan, dekat Halmahera (Provinsi Maluku Utara). Setelah selesai masa pembuangannya, Tirto Adhi Soerjo kembali ke Batavia (Jakarta), dan meninggal dunia pada 07 Desember 1918, kisah perjuangan dan kehidupan Tirto diangkat oleh Pramoedya Ananta Toer dalam Tetralogi Buru dan Sang Pemula.


Pada 1973, pemerintah mengukuhkannya sebagai Bapak Pers Nasional. Pada tanggal 3 November 2006, Tirto mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres RI no 85/TK/2006. (Sumber Sejarawan Indonesia)


Jurnalis: Deka