Calon Jaksa asal Surabaya Tuntut Transparansi Pengumuman Kelulusan Seleksi -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Kecewa,Anggap Bupati Tak Becus,LSM MAJAS dan FORMAT ASTIM Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati

 Lampung Timur | Resolusitv.com Dalam aksi damai para Demonstran menyampaikan aspirasinya dimana patut diduga Bupati Lampung Timur M.Dawam R...

Calon Jaksa asal Surabaya Tuntut Transparansi Pengumuman Kelulusan Seleksi

RESOLUSITV
Sabtu, Januari 01, 2022

 

Calon Jaksa asal Surabaya Tuntut Transparansi Pengumuman Kelulusan Seleksi  


Surabaya - Seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Surabaya meminta keadilan dan menuntut transparansi pengumuman kelulusan seleksi pengadaan CPNS Kejaksaan RI Formasi Ahli Pratama Jaksa Tahun 2021 yang telah diikutinya.


CPNS itu bernama Ghufron asal Jalan Tambak Wedi Baru 13A Nomor 10A, Kenjeran, Surabaya. Pria 24 tahun bergelar sarjana hukum (SH) itu memiliki nomor peserta (2140022110021093).


"Saya meminta adanya transparansi dan keadilan terhadap Pengumuman Nomor B-16/C/Cp.2/12/2021 tentang Pengumuman Kelulusan Seleksi Pengadaan CPNS Kejaksaan RI Tahun 2021 Formasi Ahli Pratama Jaksa Jaksa yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia," terang Ghufron, Jumat (31/12/2021).


Ghufron mengaku telah mengikuti keseluruhan proses seleksi CPNS yang diselenggarakan, baik oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan total nilai akhir 61.822.


"Total ada 405 orang yang total nilai akhirnya di bawah saya, tapi justru dinyatakan lulus. Nilainya antara 61.820 sampai dengan 53.711," beber dia.


Menurut Ghufron, dalam rincian Rekap SKD dan SKB (Rincian) diberikan nilai nol pada SKB Psikotest dan SKB Pemeriksaan kesehatan, sehingga dia dinyatakan TMS 1 (tidak memenuhi salah satu syarat pada salah satu/beberapa/semua tahapan SKB yang disyaratkan instansi ataupun PANSELNAS).


"Sehingga saya juga diturunkan ke peringkat atau urutan ke 1007," ungkapnya.


Ghufron menambahkan, pada 29 Desember 2021 dia telah melakukan medical check up secara keseluruhan di Pramita Laboratorium Klinik Jalan Ngagel Jaya No. 71, Surabaya sebagai data pembanding terkait kondisi riil kesehatannya.


"Hasil medical check up saya secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa dari pemeriksaan fisik dalam keadaan normal, dari pemeriksaan torak kondisi paru-paru saya juga normal," tegasnya.


Kemudian pemeriksaan EKG kondisi jantung Ghufron, juga dalam keadaan normal. Lalu pemeriksaan darah dan urine-nya normal serta memiliki tinggi badan, berat badan dan lingkar pinggang yang ideal.


"Sehingga berdasarkan data pembanding itu, kondisi kesehatan saya dalam keadaan baik. Oleh karena itu, saya transparansi dan keadilan terhadap status TMS 1 terhadap kondisi kesehatan saya," tambah dia.


Kemudian pada 30 Desember 2021, Ghufron melakukan psikotest di Brilian Psikologi di Ruko Pondok Maritim Indah Blok W No. 24A, Wiyung, Surabaya, dengan parameter yang sama seperti SKB Psikotest yang diadakan penyelenggara.


Dan hasilnya, sambung Ghufron, hasil psikotestnya menurut psikolog, tidak terdapat kelainan pada kondisi psikologinya. Ghufron juga dinyatakan memiliki kejiwaan dan keperibadian yang baik, tingkat intelegensia diatas rata-rata dengan Total IQ= 116 skala CFIT.


"Berdasarkan uraian di atas, saya memohon Kejagung RI dengan penuh kebijaksanaan agar memberikan keadilan bagi saya. Besar harapan saya untuk dapat diterima di formasi Ahli Pratama Jaksa, agar bisa mengabdikan diri dan berpartsipasi aktif dalam penegakan hukum di Indonesia," tutur dia.


Apalagi, Ghufron merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari seorang ayah yang berprofesi sebagai Petugas Penyapuan Kota Surabaya (Pasukan Kuning) yang bercita-cita sebagai jaksa untuk mendedikasikan keilmuannya dan berperan aktif dalam penegakan hukum di Indonesia.


"Saya juga ingin mengubah nasib keluarga saya," tandasnya.


Ghufron sendiri merupakan lulusan dari Fakultas Hukum UPN Veteran Surabaya, yang dapat melanjutkan kuliah karena mendapatkan beasiswa bidikmisi Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi yang akhirnya dapat menyelesaikan perkuliahan dalam waktu empat tahun dengan IPK 3,740.


Untuk meminta keadilan, Ghufron telah mengirimkan surat "Upaya Sanggah Terhadap Pengumuman Kelulusan Seleksi Pengadaan CPNS Kejaksaan RI Tahun 2021 Formasi Ahli Pratama Jaksa Jaksa" melalui web seleksi. Dia juga telah mengirimkan surat terbuka ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.


Ghofron/+6288805326088