Pemprov GKI Jakarta Dan LPSK Tanda Tangani Nota Kesepakatan Perlindungan Saksi Dan Korban Tindak Pidana -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Kecewa,Anggap Bupati Tak Becus,LSM MAJAS dan FORMAT ASTIM Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati

 Lampung Timur | Resolusitv.com Dalam aksi damai para Demonstran menyampaikan aspirasinya dimana patut diduga Bupati Lampung Timur M.Dawam R...

Pemprov GKI Jakarta Dan LPSK Tanda Tangani Nota Kesepakatan Perlindungan Saksi Dan Korban Tindak Pidana

RESOLUSITV
Minggu, Desember 12, 2021



Jakarta,Resolusitv.com -

Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK) dan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sepakat bekerjasama dalam perlindungan saksi dan korban tindak pidana, kerjasama diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepakatan oleh wakil ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar dan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dibalai agung provinsi DKI Jakarta. Sabtu (11/12/2021)


Momen penandatanganan nota kesepakatan LPSK dan Pemprov DKI Jakarta terbilang istimewa karena bertepatan dengan puncak acara kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak di DKI Jakarta , sejumlah mitra kerja hadir dalam acara tersebut sebagai perwujudan dukungan terhadap perempuan dan anak, serta menjadikan DKI Jakarta sebagai kota ramah anak.


Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar menuturkan, kekerasan seksual dominan terjadi diruang gelap sehingga sulit terditeksi, oleh karena itu harus ada yang berani “bersuara”, tidak hanya korban, tetapi orang disekitarnya, “perlindungan tidak saja harus dilakukan LPSK, tetapi kita semua dapat mengambil peran, “tutur Livia Istania DF Iskandar.


Lanjut wakil ketua LPSK tegaskan, bahwa kerjasama dengan pemprov DKI Jakarta, berharap menjadi awal permulaan perlindungan terhadap terhadap saksi dan korban, termasuk pada kasus kekerasan perempuan dan anak, “LPSK bertugas memberikan perlindungan, tapi garis depan tetap berada pada masyarakat,” tegas Livia Istania DF Iskandar.


Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan meski kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah mencapai puncak, bukan berarti pencegahan terhenti, melainkan dilakukan sepanjang waktu, “jadi perhatian publik atau tidak, program kampanye anti kekerasan harus tetap berjalan, jangan sampai karena banyak urusan, luput dapat perhatian, dan kalau sudah ada kejadian, barulah ada perhatian.“ ucapnya. 


Anies Baswedan berpendapat, ada empat kelompok yang mesti mendapat perhatian,” yaitu penyandang disabilitas, lansia, anak dan perempuan, jika perhatian dan pemenuhan hak terhadap keempat kelompok tersebut sudah maksimal, yang lainnya mudah-mudahan akan ikut baik. “ tutupnya.

(Sumber Humas LPSK)