DIKONFIRMASI KEBERADAAN TAMBANG PASIR DI BANTARAN WAY PENET, KEPALA DESA SUKORAHAYU BUNGKAM -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Tugu Santri Pancasila Diresmikan, DPP Pemuda Cinta Aceh Buka Suara

ACEH BARAT - Resolusitv.com Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI), melalui Prof. Yudian Wahyudi selaku Kepala BPIP...

DIKONFIRMASI KEBERADAAN TAMBANG PASIR DI BANTARAN WAY PENET, KEPALA DESA SUKORAHAYU BUNGKAM

RESOLUSITV
Rabu, Desember 22, 2021




Resolusitv.com| Lampung Timur

22 Desember 2021.


Nampak penambangan pasir di  Wilayah Lampung Timur terus menjamur, dari penelusuran Wartawan resolusitv di lapangan ditemukan beberapa titik penambangan pasir di bantaran Way Penet Desa Sukorahayu yang diperkirakan 3-4 hektar.


Nampak bekas galian dibiar begitu saja tanpa ada usaha pengurukan kembali lahan yang sudah tidak digali (ditambang-red).




Wartawan reslolusi.tv sudah melakukan konfirmasi tertulis kepala Kepala Desa namun sudah hampir sebulan surat tersebut tak direspon.


Konfirmasi tersebut terkait konfirmasi keberadaan penambangan pasir di bantaran Way Penet, milik siapa dan apakah memiliki izin apa tidak ?


Selain meninggalkan lubang di mana-mana dan ada seperti benteng penahan abrasi yang kemungkinan dibangun pemerintah telah rusak akibat penambangan tersebut.


Seorang warga di sekitar lokasi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pernah terjadi penggerebakan dari aparat penegak hukum dengan menyita beberapa perlengkapan penyedotan pasir dan kendaraan.


"Pernah pak waktu itu saya lupa tepatnya tambang pasir itu digerebek petugas, ada beberapa yang dibawa petugas berupa kendaraan dan mesin-mesin penyedot pasir tapi belum sebulan sudah beroperasi lagi". Jelasnya, yang ketika ditanya nama yang bersangkutan enggan untuk menjawabnya.


Ketika wartawan resolusi tv pulang dan sedang mampir di warung kopi datang dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor menghentikan kendaraan wartawan resolusi tv, orang tak dikenal tersebut bertanya dengan nada keras apakah tadi yang memoto lokasi penambangan pasir.


"Apakah bapak tadi yang moto lokasi pasir ? Tolong pak jangan di poto-poto pak karena para pekerjanya pada takut,  kami ini hanya mencari nafkah kecil-kecilan". Kata orang tersebut sambil berlalu pergi. (Tim)