Banjir Rob Masih Menjadi 'Momok' di Desa Muara, Warga Minta Pemerintah Cari Solusi -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

HUT TNI ke-77 Tahun 2022, Dandim 0405/Lahat Helat Reuni Pasukan CAKRA

Lahat|Resolusitv.com  Bertempat di TMC Benteng kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, Dandim 0405/Lahat Letkol Inf Toni Oky Priyono SIp m...

Banjir Rob Masih Menjadi 'Momok' di Desa Muara, Warga Minta Pemerintah Cari Solusi

RESOLUSITV
Jumat, Desember 03, 2021



Kabupaten Tangerang, Resolusitv.com



 Sebanyak 300 kartu keluarga (KK) warga yang tinggal di kampung Muara, RT 20, RW 08, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang hanya bisa pasrah kala banjir rob melanda permukiman mereka. Tidak ada tanggul ataupun pompa air yang dapat diandalkan untuk mengantisipasi air laut ketika pasang.


H. Ahmad Supriyatno salah seorang tokoh masyarakat desa muara  mengaku tidak bisa berbuat apa-apa kala banjir rob datang ke permukiman. Ia bersama warga lainnya hanya berharap cuaca di laut dapat segera membaik, sehingga air pasang dapat kembali ke laut sesegera mungkin.


"Mau ngarepin apaan kita-kita mah. Lihat sendiri kan enggak ada tanggul yang misahin laut sama permukiman warga, ditambah tidak ada pompa juga untuk menyedot air sehingga air menjadi tergenang," ujar yatno kepada media Kamis (2/11/2021).


Ia menuturkan, air laut biasanya mulai naik ke permukiman warga pada siang hari saat sedang pasang. Apabila cuaca bersahabat, air rob dapat surut dengan cepat di sore hari. Namun, jika cuaca sedang buruk ataupun dilanda hujan dengan intensitas tinggi, menurutnya, banjir rob baru akan surut pada malam hari. Ia mengatakan tidak jarang banjir juga masih melanda hingga keesokan harinya.


"Jadi ya pasrah aja udah, berharap sama alam aja kalau urusan surut atau enggak banjir robnya. Abis kalau apa-apa harus nunggu surut dulu ya susah, enggak ada yang tahu dan bisa memastikan soal kapan banjir rob datang atau surut," katanya.


Oleh sebab itu, dirinya berharap agar pemerintah segera mencarikan solusi konkret terkait problem banjir rob tersebut. Apalagi menurutnya, banjir yang melanda kawasan ini bukanlah kali yang pertama dan kerap kembali terjadi tiap tahunnya.


"Harapannya sih biar pemerintah mendengar keluhan kita dan lebih sigap mencari solusinya, agar kita tetap bisa bekerja dan beraktivitas dengan normal, entah itu dengan cara membangun tanggul ataupun menyediakan mesin pompa untuk menyedot air." Ungkapnya.


H. Yatno, sedikit upaya mencoba membantu untuk meringankan beban warga desa muara dengan cara memberikan informasi kepada Camat Teluknaga melalui pesan WhatsApp, kemudian meminta bantuan berupa sembako. Menurutnya, camat Teluknaga merespon akan segera mengupayakan bantuan sembako secepatnya.


"Alhamdulillah laporan banjir rob direspon oleh camat. kita doakan semoga pemimpin kita baik di tingkat desa hingga ke pusat yang mau membantu derita masyarakat diberi kesehatan dan keberkahan." Pungkasnya. 


Sementara Kepala Desa (Kades) Muara H.M Syarifudin saat di konfirmasi, Jumat (3/12) menjelaskan, terkait banjir memang sudah ada pemberitahuan dari pihak BMKG.


Menurutnya, banjir rob ini akan berlangsung hingga tanggal 9 Desember nanti. Pemdes sudah berupaya dengan cara membuat turap di sepanjang sungai muara di RW 008, pengerjaan turap tersebut sedang berjalan. Namun, pengerjaan tersebut terhenti karena terkendala cuaca air pasang rob.


"Pemdes sudah berupaya dengan cara membuat turap di sepanjang sungai muara. Namun, karena terkendala rob maka pengerjaan nya terhenti untuk sementara. Kami pun sudah berkoordinasi dengan pak camat terkait hal ini." Tutupnya. 



(red/deka)