3 Preman Kampung Jembat Batu Tujah Bahu Tukang Bakso -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Terkait Kasus Gadaian Mobil yang Diduga Libatkan Oknum Brimob sebagai Penadah, Ketum PPWI: Kawal Perkaranya Hingga Tuntas!

Cirebon - Resolusitv.com Didi Affandi (70), warga Blok Kampung Baru, Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mendata...

3 Preman Kampung Jembat Batu Tujah Bahu Tukang Bakso

RESOLUSITV
Kamis, Desember 23, 2021


Warga Desa Putra Aji 1 , Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, terkapar usai di tusuk 3 preman kampung yang juga tetangganya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/12) lalu sekitar pukul 19.20 Wib, di salah satu warung bakso disampin Alfamart yang ada di pasar Jembat Batu tersebut. Amrizal merupakan pedagang bakso disana sering di pinta jatah oleh 3 Pereman Tersebut.

Ketiga Preman tersebut Ridwan alias WAN PatA, Agus, Riski, mendatangi Amrizal meminta jatah lagi. Agus yang merasa tersinggung oleh perkataan Amrizal, langsung menusuk dengan badik/pisau sebanyak 1 kali hingga membuat Amrizal terkapar.

“Dengan adanya kejadian tersebut korban mengalami luka tusuk pada bagian belakang bahu, sebelah kanan sampai sekarang ini korban masih trauma atas kejadian tersebut.

Beberapa masyarakat yang pada saat itu melihat Amrizal dianiaya oleh 3 Preman, secara spontan langsung menusuk pelaku menggunakan senjata tajam. Hingga pengeroyokan tak dapat di hindari.

Beruntung warga yang berada di lokasi berhasil melerai perkelahian tersebut. Amriza yang juga terkena tusuk, langsung dilarikan ke Kelinik

Kasus ini, belum berhasil di mediasi oleh pihak Kepolisan, aparat desa sehingga muncul kesepakatan antara kedua belah pihak bahwa kasusnya belum selesai secara musyawarah.

“Karena korban mengalami luka tusuk dan belum ada kesepakatan musyawarah akhirnya kasus ini akan dilanjutkan ke jalur hukum.


Kronologi Peristiwa Pembunuhan Berencana menurut penjelasan korban

Pada hari Sabtu sekira pukul 19:20 WIB disaat duduk di warung bakso milik saya sendiri di samping Alfamart pasar Jembat Batu, desa putra aji 1 kecamatan Sukadana kabupaten Lampung timur.


Datang lah seseorang yang bernama Agus warga desa putra aji 1 (pasar Jembat Batu) menghampiri saya, meminta sejumlah uang tanpa penjelasan sebelumnya dengan berkat ; 

" Kamu orang saya kenakan uang keamanan Rp. 24.000 perbulan".


Mendengar hal itu maka saya spontan saya bertanya ;

"itu uang apa Gus ?" maka

Agus menjawab ;

" Uang keamanan, karena kalian orang dimintai susah kalian orang ini pelit. Enak betul kalian berjualan disini sementara saya harus membayar uang setoran" jawab Agus, spontan.


Mendengar jawaban dari Agus tersebut saya diam, lalu Agus memaksa agar saya mau membayar sejumlah uang yang diminta.


Karena saya tidak mengindahkan hal itu maka dia spontan emosi, ngajak berantem sayapun tidak melawan, lalu dia pergi entah kemana.


Tidak lama kemudian, dia kembali datang lagi membawa Ridwan alias Wan Pat dan Riski anaknya serta rame orang yang datang bersamaan. Saya mengira mereka datang untuk berunding namun saya kaget mendengar kata-kata Ridwan alias WAN Pat mengeluarkan ancaman membunuh dengan berkata ; 


"Mati kamu ukurannya" ucap Wan

(Red/tim)