LMP Mensinyalir Ada Dugaan KKN Terkait Perekrutan Tenaga Ahli Pimpinan Dewan di Lamtim -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

HUT TNI ke-77 Tahun 2022, Dandim 0405/Lahat Helat Reuni Pasukan CAKRA

Lahat|Resolusitv.com  Bertempat di TMC Benteng kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, Dandim 0405/Lahat Letkol Inf Toni Oky Priyono SIp m...

LMP Mensinyalir Ada Dugaan KKN Terkait Perekrutan Tenaga Ahli Pimpinan Dewan di Lamtim

RESOLUSITV
Rabu, November 24, 2021



 LAMPUNG TIMUR | Resolusitv.com


Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), setidaknya demikian diindikasikan salahsatu organisasi kemasyarakatan (Ormas) Markas Cabang (Macab) Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Lampung Timur atas perekrutan Tenaga Ahli (TA) Pimpinan Dewan.


Karenanya, LMP Macab Lampung Timur laporkan indikasi KKN tersebut ke Kejaksaan Negri Lampung Timur Rabu 24 /11/21. ke Kantor Kejaksaan Negri.



Laporan yang ditanda tangani Ketua LMP Marcan Lampung Timur Amir Faisol tersebut diantarkan Asari Wakil Ketua didampingi para brigade LMP Macab Lampung Timur.


Amir Faisol dalam konferensi Pers nya menyampaikan bahwa indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) tersebut ditenggarai tiga orang unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Timur periode 2019-2024. 


,"Dari temuan tim kami LMP, tiga pimpinan dewan tersebut merekrut tenaga ahli pimpinan, tanpa mengindahkan persyaratan dan aturan, diduga kuat ketiga orang tenaga ahli itu adalah kroni dan saudara para pimpinan dewan sendiri, bukan hanya itu, perekrutan dilakukan sekitar Bulan Mei atau Juni 2021, dan gaji atau upah sudah dibayarkan sejak Januari 2021,"  tandas Ketua LMP Macab Lanpung Tinur. Amir Faisol.


Lantaran hal itu Ketua LMP Marcab Kabupaten Lampung Timur meminta kepada Aparat Penegak Hukum dapat menindak lanjuti dugaan KKN yang dimotori para pimpinan Wakil Rakyat Kabupaten Lampung Timur tersebut.


Berkas laporan diterima langsung Kasie Intelejen Kejaksaan Negri Kabupaten Lampung Timur M.A Qadri.

Kepada wartawan M.A Qadri menyampaikan agar pelapor tidak buru-buru.

,"Kami akan menelaah, dan tindak lanjuti laporan, tapi kami juga berharap jangan buru-buru," ujar M.A Qadri.