Guru Ngaji Remas Buah Dada Santri, Gadis Kecil Umur 12 -->

Postingan Populer


Ucapan

Ucapan

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

KPU Labuhanbatu di Nilai Gagal, GMNI Mendesak Untuk Seluruh Komisioner KPU Mundur

 Labuhan batu | Resolusitv.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Labuhanbatu melakukan aksi ...

Guru Ngaji Remas Buah Dada Santri, Gadis Kecil Umur 12

RESOLUSITV
Selasa, November 02, 2021


Lampung Timur,Resolusitv.com - Syeh KI Warga Girimulyo kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur, diduga telah melakukan pelecehan  Kesantrinya. Sebut saja anggrek 12 tahun.
Saat anggrek sedang mengaji, waktu yang lalu.
Terkuak nya kejadian ini, informasi yang geger dari Masyarakat, akhirnya tim investigasi menelusuri kebenarannya, dengan mendatangi kediaman Perangkat Desa, Syeh KI dan Orang tua korban,guna meminta keterangan, kebenaran informasi.

Ibu korban saat di wawancara membenarkan telah terjadi pelecehan  terhadap anak nya yg masih berusia 12 tahun.
Namun menurutnya Pihaknya, sudah berdamai dengan Syeh KI yang merupakan Guru ngaji Anaknya, perdamaian itupun di saksikan oleh pamong Desa setempat.

Ngatimin, Kepala Dusun 13 Desa Giri Mulyo kecamatan Marga Sekampung, saat di Wawancara membenarkan adanya kejadian pelecehan pada anak didik Syeh KI, yang dilakukan dengan cara meremas Buah Dada Anggrek yang masih 12 tahun. 
Itu terjadi ditempat sang anak mengaji di desa GIRI MULYO dusun  13.Kecamatan Marga sekampung Kabupaten Lampung Timur. Mengenai masalah itu, sudah didamaikan,m"peristiwa persisnya saya kurang Paham,karena saya datang saat perdamaian keduanya saja" ujarnya

Sementara Syeh KI saat dikonfimasi cuma mengatakan  tidak ada apa - apa dan tidak terjadi apa-apa,"ujarnya. 
Diduga terkesan menutupi kejadian.
Hingga terbitnya berita ini.


Kepala Desa Giri Mulyo pun gagal di temui karena tidak ada ditempat, guna konfirmasi perdamaian pelecehan Anak dibawah umur yang dilakukan atas Restu pamong Desa.


Husni melaporkan