RATUSAN HINGGA MILIARAN RUPIAH RETRIBUSI TOWER TELEKOMUNIKASI LAMPUNG TIMUR "DIBEGAL" ORANG KUAT DAN PREMAN -->

Postingan Populer


Ucapan

Ucapan

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

KPU Labuhanbatu di Nilai Gagal, GMNI Mendesak Untuk Seluruh Komisioner KPU Mundur

 Labuhan batu | Resolusitv.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Labuhanbatu melakukan aksi ...

RATUSAN HINGGA MILIARAN RUPIAH RETRIBUSI TOWER TELEKOMUNIKASI LAMPUNG TIMUR "DIBEGAL" ORANG KUAT DAN PREMAN

RESOLUSITV
Minggu, Oktober 31, 2021


RATUSAN HINGGA MILIARAN RUPIAH RETRIBUSI TOWER TELEKOMUNIKASI LAMPUNG TIMUR "DIBEGAL" ORANG KUAT DAN PREMAN

Resolusitv.comLampung Timur, 31 Oktober 2021

Carut marut tentang keberadaan hingga legalitas dan dugaan kerugian negara di Lampung Timur kembali mencuat. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara eksekutif (27-10-2021) yang dipimpin oleh Sekda Lampung Timur Moch. Yusuf juga dihadiri oleh Kadis. Kominfo Heri Alpasa, Plt. Kadis PMPTSP Fauzan Iskandi, Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Ahmad Paoji dengan Komisi III DPRD Lampung Timur.

Carut marut yang dimaksud adalah ketidakberesan data antar dinas terkait tentang Tower telekomunikasi atau BTS (base transceiver stasiun) di Lampung Timur.

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Heri Alpasa bahwa tercatat ada 286 BTS di Lampung Timur, sementara menurut Plt Kadis PMPTSP Fauzan Iskandi menyebutkan data dari tahun 2011 hingga 2021, ada 107 tower yang berizin tetapi yang aneh menurut 
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Ahmad Faoji mengatakan bahwa untuk provider yang membayar retribusi sebanyak 175 provider dengan target Rp 876 juta. Realisasinya mencapai Rp 922 juta.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi lll DPRD Lampung Timur Andri mengatakan bahwa dari pemaparan OPD yang bersangkutan tadi dari 286 Tower yang ada hanya 107 yang berijin.

"Artinya masih ada 179 tower provider yang tidak berizin atau ilegal dan ini lebih dari 50 persen," ujar Andri.

Sementara itu Sekda Lampung Timur Moch Jusuf mengatakan segera membentuk tim khusus terkait hal ini dan akan segera kami rapatkan dengan OPD terkait.

"Masalah provider ini tidak gampang karena banyak orang kuat di belakangnya. Ada preman dan sebagainya. Oleh karena itu, kami berharap peran serta semua pihak dan akan segera kami evaluasi," katanya

Polemik ini mendapat perhatian khusus dari Sopiyan Subing Mantan relawan LSM Komite Anti Korupsi (KoAK) Propinsi Lampung, menurutnya hal ini pernah muncul kepermukaan tapi kemudian menghilang tanpa tuntas pokok persoalannya, maka saat ini ketika pejabat daerah sekelas Sekda sudah memberikan statement di sebuah forum formal maka beliau sudah punya informasi yang valid tentang hal itu.

"Kita semua harus mendukung pemerintah daerah mengungkap hal ini, karena bayangkan 107 tower bts saja retribusinya hampir 1 M, jadi kalau 179 tower artinya lebih dari 1 M setiap tahunnya PAD Lampung Timur itu di Begal oleh orang kuat atau preman seperti yang dimaksud pak Sekda". Jelas Sopiyan Subing yang dihubungi via telpon (anwari abas)