TAK IKUT DILIBATKAN, UNTUK LAWAN COVID-19 YANG SEMAKIN MENGGANAS DI JAKARTA SEMUA UNSUR ELEMEN MASYARAKAT KRITIK KINERJA PEMPROV DKI JAKARTA -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Polri Sarang Mafia, AIPDA Aksan Bongkar Kebobrokan Institusinya

Jakarta - Resolusitv.com Dalam dua hari ini publik dikejutkan lagi dengan video viral yang berisi pernyataan seorang anggota Polri berpangka...

TAK IKUT DILIBATKAN, UNTUK LAWAN COVID-19 YANG SEMAKIN MENGGANAS DI JAKARTA SEMUA UNSUR ELEMEN MASYARAKAT KRITIK KINERJA PEMPROV DKI JAKARTA

RESOLUSITV
Kamis, Juli 01, 2021





Jakarta-Resolusitv.com


Situasi keadaan di Jakarta sudah genting dan tidak bisa dikendalikan lagi Penyebaran Virus Covid-19 tinggi, tidak ada kepedulian Pemerintah Daerah serta bawahannya yang bisa tanggulangi penyebaran virus yang berbahaya ini terus menjangkiti warga masyarakat jakarta.Sampai kapan ini bisa berlalu.Para Tokoh masyarakat serta Aktivis dari berbagai  daerah jakarta pertanyakan Gubernur DKI Anies Baswedan jarang mengajak pimpinan ormas dan tokoh agama untuk berembuk dalam penanganan COVID-19. Pentingnya peran ormas dan tokoh agama dalam penerapan Prokes di lingkungan masyarakat demi kesehatan dan keselamatan warga jakarta.


"Di antara warga masyarakat, itu ada forkopimda, pada saat mengambil suatu kebijakan itu  harusnya menerima karena forkopimda stakeholder resmiyang artinya yang mewakilkan suara warga membela disetiap kesulitan warga masyarakat.Yang Kedua anggota Dewan DPRD DKI Jakarta yang memiliki tanggung jawab untuk penanganan kewilayahan, secara struktural komponen masyarakat lain, seperti : Organisasi masyarakat, Organisasi kepemudaan, Organisasi keagamaan, Organisasi sosial dan kemanusiaan, dan Organisasi pendidikan," kata para tokoh masyarakat dan aktivis yang mulai kritis terhadap cara kinerja sang PENGUASA WILAYAH /PASAK KUNCI. 


Sangat wajarlah  jika ormas protes bahkan mengkritik karena mereka memiliki tanggung jawab moril yang sama terhadap keselamatan warga masyarakat Jakarta. Lagi pula, menurutnya, para ormas ini merupakan pendukung bahkan yang sudah memilih Anies untuk bisa mengatasi segala masalah di Jakarta.Tapi pada kenyataannya sudah melukai kepercayaan warga masyarakat Jakarta. 


"Kami juga punya tanggung jawab terhadap keselamatan warga di wilayah kami masing-masing, bahkan di antara kami seperti ada Bamus, Forkabi, FBR dan lain-lain sebagainya pernah terima hibah di tahun lalu. Walaupun sekarang nggak terima atau belum terima kan mereka pernah merasakan uang rakyat melalui APBD," ujarnya.


"Nah saya yakin bahwa ormas itu punya tanggung jawab moril yang sama. Apalagi di antara mereka juga pendukung Pak Anies. Dalam menjalankan roda pemerintahan daerah ada baik nya diajak ngomong, perwakilannya lah nggak usah banyak-banyak minimal Zoom atau daring kan bisa. Nggak salah juga pada akhirnya kami protes," lanjutnya 


Atas dasar tanggung jawab itulah kami ingin ikut mengambil peran dalam kondisi pandemi saat ini berperang bersama-sama, kami yakin semua ormas dapat bersatu membantu penanganan COVID-19. 


"Kenapa kami protes karena kami mau ikut berperan, bukan ambil bagian mau ngolah, saya yakin dalam kondisi begini hampir seluruh komponen masyarakat diperlukan untuk bersatu padu melawan COVID ini. Ajak lah kami untuk ngobrol, ajak kami diskusi, mari kita bersama duduk bareng " ujarnya.


Belum semua masyarakat patuh dengan prokes apalagi Keputusan dan Intruksi Gubernur yang selalu merevisi   lagi undang-undang itukan pakai anggaran APBD/APBN kalau di ubah dan hamburkan percuma UANG RAKYAT. 


"Contoh sosialisasi prokes, selama ini kan orang taunya dari TV, dari gadget, kan ada juga emak-emak yang nggak tahu bagaimana cara mengoperasikan HP walaupun dia punya HP. Bisa saja ormas ini melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah, kenapa tidak dilakukan seperti itu, kasih tau ibu-ibu bapak-bapak untuk pakai masker. Serta libatkan gugus tugas RT RW, ini belum maksimal," ucap mantan anggota dewan DPRD DKI dua periode lalu. 


"Saya berharap Gubernur supaya mengajak para pimpinan ormas dan tokoh agama dalam forum lintas agama  dalam rangka pencegahan COVID-19 yang sudah cukup lama ini, pak Gubernur itu hampir sama sekali tidak mengajak tokoh-tokoh agama dan ormas," kata beliau yang kami para insan pers temui dan di undang dirumahnya. 


Kamipun keluhkan tidak adanya sama sekali komunikasi Anies kepada para tokoh-tokoh agama. Dia bahkan harus mengirim pesan singkat langsung kepada Anies untuk bertemu dengan pimpinan ormas bahkan tidak ada responnya. 


"Maksud saya respons di jawab langsung apa sih susahnya untuk ngajak ikut rapat tokoh-tokoh agama dan ormas kondisi seperti ini yang lain bisa ditinggal dulu," sambung dia.


Berbagai kalangan mulai banyak mengkritisi kinerja Gubernur DKI Jakarta dan para Stakeholder dibawah pimpinan Anies yang hanya mencari keuntungan diatas penderitaan masyarakat warga Jakarta. " Gubernur Jakarta Anies dan bawahannya hanya mencari "KENYANG PERUT NYA SENDIRI...!!! ." kata para aktivis kepada insan media. 

(Red)