UPT Industri Kayu dan Sentra Mebel Di Pasuruan Ditinjau Oleh Gubernur Khofifah -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Polri Sarang Mafia, AIPDA Aksan Bongkar Kebobrokan Institusinya

Jakarta - Resolusitv.com Dalam dua hari ini publik dikejutkan lagi dengan video viral yang berisi pernyataan seorang anggota Polri berpangka...

UPT Industri Kayu dan Sentra Mebel Di Pasuruan Ditinjau Oleh Gubernur Khofifah

RESOLUSITV
Jumat, Mei 28, 2021





Pasuruan-Resolusitv.Com


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berkesempatan mengunjungi Showroom Furniture UPT Industri (UPTI) kayu dan produk kayu milik Disperindag Jatim, yang berada di Jalan Gatot Subroto Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Senin (24/05/2021) sore.



Pada kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi langsung Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, serta beberapa Kepala OPD di lingkup Kota Pasuruan.


Sesampainya di lokasi, Gubernur Khofifah meninjau beberapa showroom  furniture dan mebel yang tersedia. Serta berkesempatan berdialog dengan para pengrajin yang berada di showroom.


Seusai peninjauan, Gubernur Jatim yang akrab disapa Khofifah ini menyampaikan keinginannya untuk mendirikan  plaza Mebel untuk memodernisasi pasar mebel yang ada di Kota Pasuruan. Menurutnya, hal ini cukup beralasan karena furniture termasuk tiga andalan ekspor Jatim selain perhiasan dan Ikan. 

Apalagi, sentra furniture ini berada di kota Pasuruan."Tadi saya rembukan sama Pak Walikota sebelah ini kan ada pasar mebel yang dulu sempat terbakar, saya minta tolong untuk bersama-sama menyiapkan kalau bahasa sederhananya adalah Plaza Mebel,” ungkap Khofifah.


Khofifah menjelaskan, dengan terbentuknya Plaza Mebel itu nanti desainnya akan bisa menyesuaikan dengan format yang dapat mewakili kesan modern sesuai nama yang diusung. Begitupun juga dengan fasilitas yang akan disediakan di dalamnya akan disesuaikan dengan kesan modern.


“Kita mengharapkan plaza modern akan menjadi daya tarik dan referensi bagi masyarakat luas dalam mecari hal-hal terkait mebeler. 

Dan mungkin di beberapa titik bisa multifungsi format-format yang menjadikan gravitasi orang ke Jatim. Sehingga kalau mau lihat Furniture orang akan ke kota Pasuruan,” harap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.


Terkait kebutuhan modernisasi mebel di Pasuruan, Khofifah menjelaskan, perlu disiapkan sarana prasarana (sarpras) baru seperti foto alat-alat yang lebih modern serta designer-designer. Namun demikian, pihaknya mengharapkan anak-anak muda Kota Pasuruan dilbatkan.Jadi anak-anak muda di Kota Pasuruan ini bisa dikursuskan selama 3 bulan. 

Setelah itu mereka biasanya hunting terkait update market, untuk tahu sekarang yang trend model begini,” terang gubernur perempuan pertama di Jatim ini.


Selain itu, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim dan Pemkot Pasuruan akan berkerjasama untuk meningkatkan kualitas SDM dengan mendirikan SMK yang fokus pendidikan pada industri kayu.

Hal tersebut juga merupakan salah satu solusi dari permasalahan yang dihadapi industri furnitur Jatim dimana nantinya akan disiapkan lahan oleh Pemkot Pasuruan minimal 3 hektar dan di hibahkan ke Pemprov.


“Jadi rencananya Pemprov akan membangunkan SMK perkayuan. SMK itu nantinya itu akan nyekrup, jadi ibaratnya menjadi Centre of Excellence di bidang mebel di kota Pasuruan. Insyaaloh, minggu ini saya minta Disperindag dan Dinas Cipta Karya Pemprov Jatim untuk ngecek dan menyiapkan DEDnya,” pungkasnya.


Sebagai informasi, Jawa Timur menjadi provinsi strategis dalam konstelasi ekonomi nasional, dengan size ekonomi terbesar kedua setelah Jakarta dengan cakupan skala ekonomi terbesar meliputi Indonesia bagian timur. Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang oleh industri pengolahan lebih dari 30 persen, perdagangan besar dan eceran 18 persen dan sektor pertanian 15 persen. 


Selama pandemi di tahun 2020, perdagangan antar pulau antar provinsi Jawa Timur mengalami surplus untuk komoditas non migas, bahkan untuk ekspor ke luar negeri untuk beberapa komponen mengalami kenaikan permintaan pasar.

 ( Hari/Red).