Menegur Tetangga Buat Kebisingan, Kakek Dachi Terancam Pidana -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Polri Sarang Mafia, AIPDA Aksan Bongkar Kebobrokan Institusinya

Jakarta - Resolusitv.com Dalam dua hari ini publik dikejutkan lagi dengan video viral yang berisi pernyataan seorang anggota Polri berpangka...

Menegur Tetangga Buat Kebisingan, Kakek Dachi Terancam Pidana

RESOLUSITV
Selasa, Mei 04, 2021






Deli serdang - Resolusitv.com


Nasib naas di alami kakek Nifotuwujaro Dachi. Ia terancam pidana, akibat pertengkaran yang disebabkan tetangga memasang musik dengan menggunakan toa dan speaker berukuran 1 meter dan tidak mengenal batas waktu. Sehingga menggangu ketentraman warga pasar 9 Desa Manunggal Labuhan Deli, Deli Serdang (27/03/2021).



Menurut pengakuan Dachi, ia menegur tetangga tersebut yang juga masih punya hubungan kekerabatan.  Karena merasa berniat baik sebagai orang yang dituakan, ia datang menjumpai sumber suara, dengan menggunakan tongkat besi untuk membantunya berjalan Namun ternyata tetaangga tersebut tidak terima sehingga terjadi perdebatan, Karena kesal tidak dihargai selaku orangtua, ia memukul tongkat besi ke dinding rumah tetangganya yang mengakibatkan triplek berlubang.  Aksi tersebut sempat direkam pemilik rumah, yang kemudian menjadi dasar baginya untuk menyatakan bahwa ini kasus pengancaman.




Peristiwa ini menjadi tontonan warga. Memang telah diadakan mediasi oleh pemerintah setempat dikantor desa, namun upaya mediasi gagl karena pemilik rumah  meminta biaya perdamaian dengan jumlah yang terlalu besar (30 juta).



Menanggapi keluhan warga tersebut, Dedy Mauritz, aktifis kemanusiaan menyayangkan pihak pemerintah setempat yang  tidak mampu menuntaskan konflik sosial yang terjadi. “Kalau kasus biasa seperti ini tak bisa diredam, penjara bisa penuh.  Ada berapa banyak pertengkaran antar tetangga yang terjadi tiap hari di Sumut ini”, kata Dedy.



“Kalau pembuat kebisingan bisa memenjarakan orang lain yang keberatan, potensi konflik masih ada, Karena pembuat kebisingan merasa diatas angin dan akan terus melanjutkan kebiasaannya. Ini tidak pas, makanya perlu peran pemerintah untuk menajdi penengah.  Karena negara melalui undang-undang juga menjamin ketentraman hidup warga Negara dari kegaduhan sebagaimana yang di atur dalam pasal 593 KUH Pidana”, lanjutnya



Dedy mengarahkan keluarga Dachi untuk mendapat bantuan advokasi dari Lembaga Bantuan Hukum Medan, mengingat kasus ini sedang dalam pemeriksaan Polsek Medan Labuhan. Senada dengan dedy, Tim hukum LBH Medan belum menemukan ada pidana yang bisa menjerat yang bersangkutan. Dan jika kasus ini dilanjutkan, mereka menyatakan akan membantu melakukan pendampingan agar hak terlapor dilindungi.
(Red)