Dewan Pers Undang Pimred KOPI, Ini Jawaban Tegas Wilson Lalengke -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Terkait Permasalahan HAM yang Dialami Rekannya, Ketua DPC PPWI Labuhanbatu Bilang Begini...

Resolusitv.com | Labuhanbatu Terkait adanya musibah pelanggaran HAM yang menimpa rekannya sendiri, yang tidak lain adalah Sekretarisnya di P...

Dewan Pers Undang Pimred KOPI, Ini Jawaban Tegas Wilson Lalengke

RESOLUSITV
Kamis, Mei 20, 2021


The Press Council Invites Chief Executive of KOPI, This Is Wilson Lalengke's Firm Answer

Jakarta - The Press Council (DP) finally sent an invitation letter to the Chief Editor of the Indonesian Online Newspaper (KOPI) with the official portal www.pewarta-indonesia.com. The invitation letter dated 11 May 2021 entitled 'Invitation for the 2nd Complaint Resolution' was received by the Chief of KOPI, Wilson Lalengke, on Tuesday, 18 May 2021. Lalengke along with a number of other editorial leaders, such as the Chief Editor of Media News Metropol, are expected to be present online on Thursday, 20 May 2021.

In the letter of invitation, it was conveyed that the DP invited the chief executive officer to resolve the complaint from Nico who represented Mimihetty Layani who had objections to the news in the media (one of which was KOPI - ed) entitled 'Problem Problem PT. Kahayan Karyacon, Finally Director Leo Handoko opens his voice '[1]. "According to the Complainant, the news complained of did not match the facts and was detrimental to the Complainant. The Defendant also did not clarify to the Complainant, "said the DP in his letter.

Responding to the DP invitation letter signed by Arif Zulkifli, Wilson Lalengke, said that his party had replied to his letter and gave a firm answer as needed. "Actually I don't want to respond to such an invitation, but there are things that must be conveyed to the DP so that they are smarter in responding to complaints from certain parties, especially businessmen whose interests are nuanced of greed and arrogance," said Lalengke who also serves as Chairman of the Association of Indonesian Citizen Journalists (PPWI), 19 May 2021.

To clarify the contents of the response to the DP invitation, Lalengke included a response letter, complete with attachments, to this media reporter. Here's the full answer:

_Jakarta, 18 May 2021_

_Number: 141 / KOPI / U / V-2021_
_Lamp .: 1 (one) set_
_ Subject: Answer to Nico's Complaint to the Press Council_

_Dear._
_Brother of the Chairman of the Press Council_
_in Jakarta_

_With respect,_

_ In response to your letter number 365 / DP / K / V / 2021, dated May 11, 2021, regarding the 2nd Complaint Resolution Invitation, we hereby convey the following answers: _

_1. We will only attend the invitation to resolve complaints off-line, aka face to face with the parties, both at the Press Council office and in other designated (neutral) places ._

_2. Nico is not the loser, he does not have the capacity to solve news problems because he is another party that has nothing to do with the news material. Nico is not the party who directly experiences, sees, feels, or hears the facts, which become news material, so he cannot represent the parties being reported, namely Mimihetty Layani, Soedomo Mergonoto, and Christeven Mergonoto. Therefore, we will only attend the invitation for a joint settlement with the Press Council if the complainants (Mimihetty Layani, Soedomo Mergonoto, and Christeven Mergonoto) are present at the meeting, not represented by anyone ._

_3. For information for you that we, along with dozens of other journalists, have 'pursued' interviews with Mimihetty Layani, Christeven Mergonoto, Paulus and his wife, and Nico, to confirm and ask for comments regarding various issues that have been circulating among journalists about the chaos of the Board of Directors. versus the Board of Commissioners of PT. Kahayan Karyacon, on Tuesday 16-02-2021 at PN Serang, Banten. However, under various excuses, they all declined the interview and were not willing to provide any response at all. Therefore, if they now file a complaint to the Press Council regarding the news, this can be seen as an acute stupidity suffered by the complainants.

_4. In connection with point 3 above, you should be more observant and smarter in receiving and responding to complaints from residents such as Mimihetty Layani, et al. Don't because they are Kapal Api Coffee entrepreneurs who have a lot of money, you can easily accommodate their complaints.

_ As your reference, here we attach a photo of KTA Peradi on Nico's name which he showed during the interview with Mimihetty Layani cs, and a file of news regarding the presence of Nico and Mimihetty Layani at Serang District Court on Tuesday (16-02-2021) ._

_ Thus we convey this Answer Letter, for your attention, we thank you ._

_Editor in chief_
_ Indonesian Pewarta Online Newspaper, _

_Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA_

Lalengke further said that the DP management's human resources were very apprehensive. The reason is, when the 2012 PPRA-48 Lemhannas RI Alumni received an invitation letter via her WhatsApp number, she immediately asked for Nico's contact number to communicate to question the complaint in question, and his capacity as a complainant. “I repeatedly called the DP person, the ringing tone came in, but the cell phone holder who is said to be named Astrid did not pick up or answer my phone. I thought


*Dewan Pers Undang Pimred KOPI, Ini Jawaban Tegas Wilson Lalengke*

Jakarta – Dewan Pers (DP) akhirnya melayangkan surat undangan kepada Pemimpin Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) dengan portal resmi www.pewarta-indonesia.com. Surat undangan tertanggal 11 Mei 2021 yang bertajuk ‘Undangan Penyelesaian Pengaduan Ke-2’ itu diterima Pimred KOPI, Wilson Lalengke, pada Selasa 18 Mei 2021. Lalengke bersama sejumlah pemimpin redaksi lainnya, seperti Pimred Media News Metropol, diharapkan hadir secara online pada Kamis, 20 Mei 2021.

Dalam surat undangan itu disampaikan bahwa DP mengundang para pimred untuk penyelesaian pengaduan dari Nico yang mewakili Mimihetty Layani yang merasa keberatan atas pemberitaan di media (salah satunya KOPI – red) berjudul ‘Soal Kisruh PT. Kahayan Karyacon, Akhirnya Direktur Leo Handoko Buka Suara’ [1]. “Menurut Pengadu, berita yang diadukan tidak sesuai fakta serta merugikan Pengadu. Teradu juga tidak melakukan klarifikasi kepada Pengadu,” kata DP dalam suratnya.

Merespon surat undangan DP yang ditanda-tangani oleh Arif Zulkifli tersebut, Wilson Lalengke, menyatakan pihaknya telah membalas suratnya dan memberikan jawaban tegas seperlunya. “Sebenarnya saya tidak ingin menanggapi undangan semacam itu, namun ada hal yang mesti disampaikan kepada DP agar mereka lebih cerdas dalam merespon pengaduan dari pihak-pihak tertentu, terutama para pengusaha yang memiliki muatan kepentingan bernuansa keserakahan dan keangkuhan,” ungkap Lalengke yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini, 19 Mei 2021.

Untuk memperjelas isi jawaban terhadap undangan DP tersebut, Lalengke menyertakan surat jawaban, lengkap dengan lampirannya, kepada pewarta media ini. Berikut jawaban lengkapnya:

_Jakarta, 18 Mei 2021_

_Nomor: 141/KOPI/U/V-2021_
_Lamp.: 1 (satu) set_
_Hal: Jawaban Pengaduan Nico ke Dewan Pers_

_Kepada Yth._
_Saudara Ketua Dewan Pers_
_di- Jakarta_

_Dengan hormat,_

_Menanggapi surat Saudara nomor 365/DP/K/V/2021, tertanggal 11 Mei 2021, perihal Undangan Penyelesaian Pengaduan Ke-2, bersama ini kami sampaikan jawaban sebagai berikut:_

_1. Kami hanya akan menghadiri undangan penyelesaian pengaduan secara off-line alias tatap muka langsung dengan para pihak, baik di kantor Dewan Pers maupun di tempat lain (netral) yang ditentukan._

_2. Nico bukanlah pihak yang dirugikan, dia tidak punya kapasitas untuk menyelesaikan masalah pemberitaan karena dia adalah pihak lain yang tidak ada kaitannya dengan materi berita. Nico bukan pihak yang mengalami langsung, melihat, merasakan, maupun mendengar fakta yang terjadi, yang menjadi materi berita, sehingga dia tidak dapat merepresentasekan para pihak yang diberitakan, yakni Mimihetty Layani, Soedomo Mergonoto, dan Christeven Mergonoto. Oleh sebab itu, kami hanya akan menghadiri undangan penyelesaian bersama dengan Dewan Pers apabila pihak pengadu (Mimihetty Layani, Soedomo Mergonoto, dan Christeven Mergonoto) hadir dalam pertemuan dimaksud, tidak diwakilkan kepada siapapun._

_3. Untuk informasi bagi Saudara bahwa kami, bersama puluhan wartawan lainnya, telah ‘mengejar’ untuk wawancara Mimihetty Layani, Christeven Mergonoto, Paulus bersama istrinya, dan Nico, untuk mengkonfirmasi dan meminta tanggapan terkait berbagai isu yang beredar selama ini di kalangan wartawan tentang kisruh Dewan Direksi versus Dewan Komisaris PT. Kahayan Karyacon, pada hari Selasa tanggal 16-02-2021 di PN Serang, Banten. Namun, dengan berbagai dalih, mereka semua menolak wawancara dan tidak bersedia memberikan tanggapan sama sekali. Oleh karena itu, jika sekarang mereka melayangkan pengaduan ke Dewan Pers terkait pemberitaan tersebut, ini dapat dipandang sebagai suatu kebodohan akut yang diderita para pengadu._

_4. Berhubungan dengan poin 3 di atas, semestinya Saudara lebih jeli dan cerdas dalam menerima dan merespon pengaduan dari warga seperti Mimihetty Layani, dkk. Jangan karena mereka pengusaha Kopi Kapal Api yang memiliki banyak uang, Saudara dengan mudah mengakomodir pengaduan mereka._

_Sebagai referensi Saudara, berikut kami lampirkan foto KTA Peradi atas nama Nico yang ditunjukkannya pada saat ‘dikejar’ wawancara bersama Mimihetty Layani cs, dan berkas pemberitaan terkait kehadiran Nico dan Mimihetty Layani di PN Serang pada Selasa (16-02-2021)._

_Demikian Surat Jawaban ini kami sampaikan, atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih._

_Pemimpin Redaksi_
_Koran Online Pewarta Indonesia,_

_Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA_

Lebih lanjut Lalengke mengatakan bahwa SDM para pengelola DP itu amat memprihatinkan. Pasalnya, sesaat Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menerima surat undangan melalui nomor WhatsApp-nya, dirinya langsung meminta nomor kontak Nico untuk berkomunikasi mempertanyakan pengaduan yang bersangkutan, dan kapasitasnya sebagai pengadu. “Berkali-kali saya telepon orang DP itu, nada dering masuk, tapi pemegang handphone yang konon bernama Astrid tidak mengangkat atau menjawab telepon saya. Saya berpikir positif saja, mungkin hantu yang kirim surat undangan DP via nomor WA saya tadi, nyatanya saat ditelepon dan dikirim pesan WA tidak dibalas atau sekedar direspon dengan icon sekedarnya,” beber Lalengke keheranan.

Surat undangan kedua inipun, tambah Lalengke, sangat aneh. Dia merasa tidak menerima surat pertama, tiba-tiba mendapat surat undangan ke-2. Namun, dia menduga bahwa surat undangan pertama, jika memang ada ke redaksi KOPI, pasti isinya sama dengan undangan yang dikirimkan kepada pimred Bratapos.Com dan lainnya yang pernah diteruskan kepada dirinya.

“Tapi dari dua kali pengiriman surat undangan itu terlihat jelas bahwa kinerja DP benar-benar jeblok. Di surat undangan pertama, pihak pengadu yang keberatan atas berita berjudul ‘Soal Kisruh PT. Kahayan Karyacon, Akhirnya Direktur Leo Handoko Buka Suara’ itu adalah PT. BRI dan BRI Cash [2]. Lha, tiba-tiba di surat undangan kedua, pengadu telah berganti orang? Administrasinya itu benar-benar amburadul bin acak-kadut ala lulusan taman kanak-kanak. Saya amat prihatin…” pungkas Lalengke prihatin. (APL/Red)

*Catatan:*

[1] Soal Kisruh PT. Kahayan Karyacon, Akhirnya Direktur Leo Handoko Buka Suara; https://pewarta-indonesia.com/2021/03/soal-kisruh-pt-kahayan-karyacon-akhirnya-direktur-leo-handoko-buka-suara/

[2] Dihajar Badai Bertubi-tubi, DP Makin Aneh dan Linglung; https://pewarta-indonesia.com/2021/05/dihajar-badai-bertubi-tubi-dp-makin-aneh-dan-linglung/