Terkait Berita Sebelumnya Yang Diduga Ada Penyelewengan Dan Mark'up DD Dikampung Agung Dalam,Ini Kata Pak Camat -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Terkait Permasalahan HAM yang Dialami Rekannya, Ketua DPC PPWI Labuhanbatu Bilang Begini...

Resolusitv.com | Labuhanbatu Terkait adanya musibah pelanggaran HAM yang menimpa rekannya sendiri, yang tidak lain adalah Sekretarisnya di P...

Terkait Berita Sebelumnya Yang Diduga Ada Penyelewengan Dan Mark'up DD Dikampung Agung Dalam,Ini Kata Pak Camat

RESOLUSITV
Jumat, April 30, 2021





Tulang Bawang-Resolusitv.com


Menindaklanjuti berita sebelumnya yang diduga ada penyelewengan dan Mark'up anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021 tahap pertama di Kampung Agung Dalam Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang memasuki babak baru.Kamis 29/4/2021.

Mengingat kampung Agung Dalam adalah wilayah Kecamatan Banjar Margo,melalui via Handphone kami pun mencoba berkomunikasi dengan bapak Camat Banjar Margo dan beliau mengatakan akan melakukan monev terlebih dahulu.


"Kami akan melakukan monev terlebih dahulu,maaf belum bisa memberikan tanggapan"Ujar camat Banjar margo singkat.

Diberitakan sebelumnya,terungkap saat pewarta media mendapatkan informasi berdasarkan pengaduan beberapa masyarakat bahwa diduga banyak penyimpangan tentang pengelolaan dan pengunaan Dana Desa tahun 2020 dan tahun 2021 yang dilakukan Kepala Kampung.

Anggaran Dana Desa Agung Dalem tahun 2021 tercatat dalam dokumentasi, ada beberapa bidang kegiatan pembangunan, antara lain :

Pembuatan gorong-gorong 2 buah dengan anggaran sebesar Rp. 22.780.000
Pembuatan siring jalan dengan anggaran sebesar Rp. 31.280.000
Dan Pembuatan jalan onderlagh dengan anggaran Rp. 84.000.000

Sementara dalam realisasi sebesar 8% yang di anggarkan dari Dana Desa,tidak nampak apa saja yang di kerjakan dari Dana tersebut.Padahal sama-sama kita ketahui bahwa dana tersebut realisasinya untuk penanganan pencegahan Covid 19,seperti pembelian masker,handsanitaiser,peralatan-peralatan lain yang diperlukan dan salah satunya juga harus di bangunkan posko penanganan dan pencegahan Covid-19 tapi, tidak ada di Kampung Agung Dalem . Hanya ada bangunan pos didepan Balai Kampung yang dibangun beberapa tahun lalu dan dipasang banner sebagai posko Covid-19 untuk tahun ini.

Dalam pembangunan gorong-gorong dan galian siring, disitu diduga adanya Mark Up  anggaran. Kegiatan tersebut yang kami nilai dan kami hitung terlalu besar anggarannya dan lebih parahnya lagi kegiatan tersebut tidak sesuai dengan hasilnya. Seharusnya kegiatan tersebut di selesaikan atau difinisingkan di tahap pertama tahun 2021, namun sampai saat ini belum terselesaikan.

Pembuatan jalan onderlaghpun yang seharusnya selesai ditahap pertama, hanya terlihat 4 tumpukan batu saja. Hal inilah yang membuat awak media semakian curiga adanya penyelewengan Dana Desa.

Saat awak media mengkonfirmasi salah satu pekerja galian Siring berinisial WS mengatakan bahwa, “Kami bekerja di suruh oleh Pak Kades, dan di bayar Rp. 80.000 perhari dan galian Siring itu kami kerjakan selama 15 hari dengan sepuluh orang pekerja,”katanya.

Sekretaris Kampung Agung Dalem, Sopian membenarkan bahwa kegiatan pembangunan di Kampung Agung Dalam pada tahun 2021 ini berupa gorong-gorong, galian Siring dan Onderlag.

“Iya, tahun ini Kampung Agung Dalem membangun gorong-gorong 2 unit, galian Siring dan Onderlagh,”ucapnya.

Sementara menurut keterangan dari beberapa tokoh masyarakat yang ada di Kampung Agung Dalem membenarkan hal tersebut dan menurut hasil investigasi dilapangan, rata-rata semua kegiatan pembangunan Dana Desa Dikampung Agung Dalam tidak maksimal dan terkesan asal jadi.

"Coba bapak lihat dulu semua kegiatan yang di kerjakan pada tahun-tahun sebelumnya,seperti pos yang ada di depan balai kampung, gorong-gorong cor plat,jembatan dan masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya yang kami nilai kurang maksimal tidak selesai seratus persen,fisiknya jadi tapi tidak di finishing sehingga tidak bisa di lalui,apalagi ketika musim penghujan"
(Red)