HEBOH" !!! Warga Sekampung Yang Mengaku Duda Menghamili Anak di Bawah Umur -->

Postingan Populer


Ucapan

Ucapan

Cari Blog Ini

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

KPU Labuhanbatu di Nilai Gagal, GMNI Mendesak Untuk Seluruh Komisioner KPU Mundur

 Labuhan batu | Resolusitv.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Labuhanbatu melakukan aksi ...

HEBOH" !!! Warga Sekampung Yang Mengaku Duda Menghamili Anak di Bawah Umur

RESOLUSITV
Sabtu, April 10, 2021




Resolusitv] Lampung - Lampung Timur, Seorang Laki – Laki berinisial EW yang sudah menikah dan memiliki Anak dari Istrinya ,warga Desa Sumber gede kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur mencabuli Anak berusia17 tahun dan masih duduk Dikelas 2 disalah satu SMA Negeri di Lampung Timur hingga Hamil 7 bulan.

Saat dikonfirmasi dirumahnya sebut saja Bunga putri dari SN dan JN mengaku dikenalkan oleh temannya ke EW,saat itu EW mengaku Duda beranak satu karena istrinya sudah meninggal,ahirnya Bunga yang masih anak anak itu terperdaya jerat cinta EW,dan mau saja di ajak berhubungan Badan berkali kali di Hotel Citra Di kota Metro.dan Akhirnya Hamil dari hasil persetubuhannya dengan EW.

Bunga mengaku Sadar dirinya Hamil saat usia kandungannya sudah Dua Bulan,dan memberitahukan kehamilannya itu ke EW,namun EW dengan santai dan tampa rasa bertanggung jawab meminta Bunga menggugurkan kandungannya.dan memberi uang untuk membeli obat yang bisa menggugurkan kandungannya.Ahirnya melalui aplikasi online shop Bunga memesan obat xxx,yang diyakini bisa menggugurkan kandungannya.

Setelah obat tersebut Sampai,Bunga pun langsung meminum obat itu,dirinya mengaku mengalami pendarahan hebat namun tidak berani ke Dokter,dan membiarkan pendarahan itu begitu saja,hingga berhenti sendiri dan yakin Anak yang di kandungan nya sudah berhasil di gugurkan.Bunga pun mengaku kerap bertemu lagi dengan EW,dan melakukan hubungan badan karena yakin Ew akan tetap menikahinya apalagi EW mengaku Duda.

Namun ternyata pendarahan setelah minum obat XXX itu tidak membuat Bayi yang dikandungnya gugur.perutnya yang makin membesar membuatnya sadar Dirinya masih Hamil.dan kembali menuntut EW untuk bertanggung jawab.namun Ew masih sibuk berkelit.dan tak berkutik saat usia kandungan Bunga sudah 7 Bulan.dan perut Bunga yang makin membesar tidak bisa disembunyikan lagi membuatnya akhirnya datang memenuhi panggilan keluarga Bunga.dan mengaku kalau dirinya punya Istri,dan siap menikahi bunga secara Siri,dengan syarat Istrinya tidak boleh tahu.

Saat dikonfirmasi dirumahnya,Sabtu (10/04/2021) EW enggan menjawab dan hanya mengaku siap bertanggung jawab,namun dirinya enggan menjawab tanggungjawab apa yg dimaksudnya,secara hukum atau tanggungjawab lainnya.

Pakar Hukum yang juga Direktur LBH Awalindo DR.Aulia Taswin SH.MH.memaparkan perbuatan Cabul terhadap Anak merupakan Tindakan yang sangat tercela dan melanggar Hukum,perbuatan tersebut tersebut melanggar Pasal 76E UU 35/2014 yang menyatakan:
Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Hukuman atas perbuatan tersebut diatur dalam Pasal 82 Perpu 1/2016 sebagai berikut:
Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Selain terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penambahan 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana juga dikenakan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E.

Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Selain dikenai pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4), pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku.

Terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sampai dengan ayat (4) dapat dikenai tindakan berupa rehabilitasi dan pemasangan alat pendeteksi elektronik.

Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diputuskan bersama-sama dengan pidana pokok dengan memuat jangka waktu pelaksanaan tindakan.

Belum lagi upaya menggugurkan Kandungan yang dilakukannya dikenakan pidana terkait Pasal 75 ayat (1) jo. Pasal 194 UU Kesehatan jo. Pasal 53 ayat (1) KUHP dalam hal aborsi yang adik Anda lakukan termasuk ke dalam aborsi yang tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan (aborsi ilegal). Apabila aborsi tersebut terjadi, maka berdasarkan Pasal 194 UU Kesehatan,pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1 milliar. Sedangkan berdasarkan Pasal 346 KUHP, perbuatan aborsi tersebut apabila terjadi, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.

Akan tetapi Pasal 75 ayat (1) jo. Pasal 194 UU Kesehatan, Pasal 346 KUHP, dan Pasal 348 ayat (1) KUHP merupakan tindak pidana material yakni yang dirumuskan dalam pasalnya adalah akibat yang dilarangnya. Akibat yang dilarang tersebut adalah pengguguran atau kematian dari janin seorang wanita. Oleh karena tindakan aborsi tersebut tidak sampai pada tujuannya yaitu menggugurkan kandungan adik Anda, maka adik Anda dan pacarnya hanya dapat dipidana dengan percobaan aborsi. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal karangan R. Soesilo, dalam Pasal 53 ayat (1) KUHP dikatakan bahwa unsur-unsur percobaan adalah:

1.    Niat sudah ada untuk berbuat kejahatan itu;

2.    Orang sudah mulai berbuat kejahatan itu; dan

3.    Perbuatan kejahatan itu tidak sampai selesai, oleh karena terhalang oleh sebab-sebab yang timbul kemudian, tidak terletak dalam kemauan penjahat itu sendiri.

Jadi Ew bisa terjerat pasal berlapis,dan dalam hal ini Warga negara Republik indonesia yang tahu telah terjadi tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur wajib melaporkan ke Aparat Hukum terkait.(Red)