"Yakin ada Tindak Pidana Tapi Perkara Dihentikan". ada Apa ??? -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Kecewa,Anggap Bupati Tak Becus,LSM MAJAS dan FORMAT ASTIM Gelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati

 Lampung Timur | Resolusitv.com Dalam aksi damai para Demonstran menyampaikan aspirasinya dimana patut diduga Bupati Lampung Timur M.Dawam R...

"Yakin ada Tindak Pidana Tapi Perkara Dihentikan". ada Apa ???

RESOLUSITV
Senin, Maret 01, 2021


Resolusitv] Lampung - Lampung Timur, 29 februari 2021  Jalan berliku dan panjang nampaknya masih menghadang  langkah perjuangan Lilik Suryanti (40) warga Dusun III Desa Wonokarto, Kecamatan Sekampung ini untuk mendapatkan haknya terhadap harta waris milik yang ditinggalkan ibunya di Dusun I, Desa Jadimulyo, Kecamatan Sekampung berupa pekarangan berikut satu unit rumah diatasnya.

Pasalnya rumah yang sudah beralih ke tangan ke Dawilah melalui jalan hibah yang dibuat oleh Camat Sekampung selaku PPAT dimana hibah tersebut diduga palsu karena ada tanda tangan Lilik Suryanti yang saat itu sedang berada di Jakarta dalam rangka menunggu keberangkatan menjadi TKI diluar negeri, artinya Lilik Suryanti tidak menandatangani pernyataan persetujuan Hibah yang kemudian dijadikan dasar Dawilah membuat Akta Hibah tersebut.

Kepastian adanya tindak pidana pemalsuan ini diperkuat oleh Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Perkara (SP2HP) Nomor : B/184/XI/2020/Reskrim tanggal 19 November 2020, point 2. ditulis : "Bersama ini kami beritahukan bahwa laporan saudari Ke Polres Lampung Timur sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/B-452/IX/2020/Polda Lampung / Res LamTim, tanggal 02 September 2020 tentang dugaan Tindak Pidana Pemalsuan surat yang dilakukan oleh Sdri. Dawilah telah kami proses, namun dari hasil penyelidikan yang telah kami lakukan bahwa yang melakukan tindak pidana Pemalsuan surat bukanlah Sdri. Dawilah namun Sdri. Yulianti, akan tetapi Sdri.  Yulianti diketahui pada tanggal 26 Oktober 2019 telah meninggal dunia sesuai surat kematian yang dikeluarkan Kepala Desa Jadimulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur, Nomor : 470/08/2015/2020, tanggal 06 Oktober 2020, sehingga perkara ini sesuai pasal 77 KUHPidana tidak bisa ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap Penyidikan".


Akibat muncul SP2HP tersebut maka Penasihat Hukum Lilik Suryanti Adv. assc. Prof. Dr. Bennadi, SH, MH melayangkan komplien kepada Kapolres Lampung Timur dalam point 3. Bahwa, dari hasil penyelidikan penyidik, sesuai yang tertuang dalam SP2HP bahwa penyidik telah membuat terang benderang suatu perkara, yaitu TELAH TERJADI TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT sehingga selayaknya pada point 3 SP2HP tersebut untuk diproses lebih lanjut ketingkat penyidikan" namun sampai dengan berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak polres Lampung Timur.

Dihubungi melalui telpon Penasihat hukum Lilik Suryanti mengatakan bahwa kalau Penyidik Polres Lampung Timur sudah yakin dengan adanya tindak Pidana Pemalsuan Surat dan pelakunya sudah meninggal dunia tapikan tidak serta merta Tindak Pidananya Hapus karena Pembuat Surat Palsu itu masih ada dan yang menggunakan surat palsu itu sangat jelas siapa yaitu Saudari Dawilah yang telah meningkatkan Surat Hibah Palsu itu menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) serta mengagunkannya di Bank. Dalam Pasal 263 ayat 2 KUHP tertulis : "diancam dengan hukuman yang sama barang siapa yang sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian" dan ancaman hukumannya 6 tahun penjara". Papar Adv. assc. Prof. Dr. Bennadi, SH,MH Advocat dan Penasihat Hukum dari Kantor Hukum.Bennadi Hay dan Partner.  [anwari / tim]

Redaktur : Herwandi