Heri Pengecer Pupuk Bersubsidi Merasa Kebal Hukum Karena Merasa di Bak-up Oleh Oknum TNI -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Terkait Pemberitaan Bohong Melakukan Penipuan, Advokat Natalia Rusli Angkat Bicara

Jakarta | Resolusitv.com Belakangan ini beredar ramai pemberitaan yang bersifat tendensius dan negatif tentang Natalia Rusli. Salah satunya ...

Heri Pengecer Pupuk Bersubsidi Merasa Kebal Hukum Karena Merasa di Bak-up Oleh Oknum TNI

RESOLUSITV
Sabtu, Maret 06, 2021


Resolusitv] Lampung - Lampung Timur. Para pengecer resmi pupuk bersubsidi yang di tunjuk oleh distributor yang berada di kabupaten Lampung Timur merasa aman melakukan pelanggaran seperti menjual pupuk di atas harga HET (Harga Eceran Tetap) yang sudah di tetap kan oleh Mentri Pertanian Republik indonesia sebab para pengecer resmi pupuk bersubsidi tersebut diduga di Bak-up oleh oknum pejabat, seperti salah satu pengecer resmi pupuk bersubsidi di Desa Mandala Sari kec. Mataram Baru kab. Lampung Timur yang bernama Heri, Heri dengan leluasa menjual pupuk bersubsidi di atas harga HET Karena merasa punya Bekingan dan tidak takut dengan hukum alias kebal hukum
,

Pengawas pupuk bersubsidi di kabupaten Lampung Timur pun seperti nya tidak pernah melakukan pengawasan dengan benar sebagai mana poksi nya selaku pengawas di kabupaten ini, itu terlihat banyaknya pengecer Pupuk Bersubsidi yang nakal bukan hanya menjual pupuk bersubsidi di atas harga HET karena yang lebih parah lagi para pengecer tersebut sanggup menjual pupuk bersubsidi di luar desa yang bukan wilayahnya bahkan di luar kecamatan lain hal ini seharusnya menjadi perhatian oleh pengawas pupuk bersubsidi di kabupaten Lampung Timur.

Menurut keterangan Ramli salah satu aktifis dari Labuhan Maringgai kepada media ini saat berbincang-bincang di kediaman redaktur resolusitv Herwandi mengatakan" wah kalau pengecer resmi pupuk bersubsidi rata-rata berbuat curang dengan menjual pupuk bersubsidi di atas harga HET  bahkan mereka sampai menjual pupuk di wilayah lain yang bukan wilayah pengecer tersebut, tetapi hal itu sudah biasa mereka lakukan sebab hingga saat ini belum ada pengecer pupuk yang di berikan sanksi atas perbuatannya, dan mereka hampir rata-rata mempunyai Bak-ap salah satu nya Heri pengecer resmi pupuk di Desa Mandala Sari dia merasa gagah dan kebal hukum karena merasa di bak-up oleh oknum TNI yang bertugas di Koramil Labuhan  Maringgai yang berinisial (AH) makanya Heri tidak pernah menganggap pemberitaan yang memberitakan pelanggaran yang dua lakukan" kata Ramli.

Sesuai pemberitaan media Online dan striming You tube Resolusitv edisi Jum'at tanggal 26 Februari 2021 yang lalu bahwa


Pupuk Bersubsidi di sediakan khusus kelompok tani agar kebutuhan pangan di Negara Indonesia tetap terjamin namun Pupuk bersubsidi tersebut banyak di mempaatkan oleh oknum-oknum yang di percaya untuk menyalurkan pupuk bersubsidi tersebut, salah satunya Heri selaku pengecer resmi pupuk bersubsidi di Desa Mandala Sari Kec. Mataram Baru Kab. Lampung Timur, diduga memampaat ka mmkn situasi untuk memperkaya diri sendiri "pasalnya" Heri menjual pupuk bersubsidi tersebut di atas harga HET (Harga Eceran Tetap) seperti Urea di jual Oleh Heri Rp 125.000-, per sak dan NPK Ponska di jual seharga Rp 150.000-, per sak hal ini di keluhkan oleh para petani, 26/02/2021.

Sementara saat di konfirmasi melalui telpon selulernya isteri dari pak Heri tidak mau mengatakan Harga HET untuk tahun 2021 sebab untuk Urea di tahun 2021 mengalami kenaikan, tetapi sangat di sayang kan sikap isteri pak Heri selaku pengecer tidak mau transparan baik dengan petani atau dengan publik mengenai harga HET Pupuk Bersubsidi jenis Urea, di samping itu ketua Gapoktan Desa Mandala Sari juga menyesalkan sikap pak Heri selaku pengecer yang terlalu otoriter terhadap petani bahkan Heri tidak memenuhi kuota untuk Desa Tulung Pasik. 

Reporter : Hereandi