PRODUKSI "GULA MERAH" DENGAN TEMPAT DAN DENGAN BAHAN TAK LAYAK, PERUSAHAAN MILIK GUNAWAN LOLOS DARI PENGAWASAN PEMERINTAH -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

HUT TNI ke-77 Tahun 2022, Dandim 0405/Lahat Helat Reuni Pasukan CAKRA

Lahat|Resolusitv.com  Bertempat di TMC Benteng kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, Dandim 0405/Lahat Letkol Inf Toni Oky Priyono SIp m...

PRODUKSI "GULA MERAH" DENGAN TEMPAT DAN DENGAN BAHAN TAK LAYAK, PERUSAHAAN MILIK GUNAWAN LOLOS DARI PENGAWASAN PEMERINTAH

RESOLUSITV
Minggu, Februari 21, 2021



 PRODUKSI "GULA MERAH" DENGAN TEMPAT DAN DENGAN BAHAN TAK LAYAK, PERUSAHAAN MILIK GUNAWAN LOLOS DARI PENGAWASAN PEMERINTAH



resolusitv.com  lampung timur, 20 April 2021



Usaha gula Milik Gunawan yang beralamat Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono yang mengolahan bahan baku makanan berupa gula kelapa afkir (rusak / sudah mencair dan berjamur) dengan gula rafinasi yg peredaran dan pengunaannya harus dengan izin khusus karena hanya untuk industri serta beberapa bahan campuran lainnya yang diduga Dekstrosa (D-Glukosa), Liquid Gluqose dan maltodextrin karena kemasan-kemasan bahan tersebut masih ditemukan dilokasi usaha milik Gunawan.



Perusahaan Industri Rumah Tangga (PIRT)  yang sudah beroperasi sejak tahun 2015 ini diduga mengolah bahan baku atau bahan campuran bahan makanan ini sangat kumuh. Usaha ini sangat tidak layak mulai dari tempat yang beralaskan tanah becek karena tumpahan bahan dari gula afkir serta air yang diperkirakan untuk keperluan pengolahan usaha tersebut serta kolam limbah yang tempatnya masih berada dalam lokasi pengolahan.



Selain dari tempat pengelolaan para pekerja pun tidak memakai perlengkapan standar kesehatan bahkan ada yang tidak mengenakan baju dengan keringat menetes ke gula yang lagi dimasak,    bahkan bahan yang sudah tumpah ke tanah pun dicampurkan kembali ke bahan yang sedang dimasak. Ditambah lagi semua bahan dan hasil serta packing diletakkan di atas lantai tanah yg kotor.


Menurut Gunawan hasil usahanya hanya disalurkan untuk bahan baku industri tetapi menurut salah satu karyawannya bahwa gula merah hasil perusahaan Gunawan ini juga dikirim untuk pasar tradisional yang biasanya dikonsumsi langsung dengan bukti ada cetakan kecil.


Pemandangan sangat miris ini sangat disayangkan terhadap usaha yang sudah berlangsung cukup lama ini dan menghasilkan produksi ratusan ton yang  entah sudah berapa ribu orang yang sudah menikmati hasil produksi yang sangat tidak bersih (higienis) dan tidak ada jaminan bagi kesehatan terhadap kandungannya.


Sementara itu menyikapi hasil investigasi ini Dirjend. Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Herman Gunawan mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk segera menyikapi temuan ini untuk menentukan usaha ini layak apa tidak karena jika tidak perusahaan ini sudah menghasilkan produksi yang sangat banyak jadi yang mengkonsumsinya juga sangat banyak sementara bahan yang digunakan itu harus dalam pengawasan atau rekomendasi ahli karena jika tidak akan dapat memicu penyakit pada manusia seperti diabates, stroke, darah tinggi bahkan kanker.


Sementara hasil koordinasi tim resolusitv.com dan Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional dengan kadis Perindag Lamtim Rosdi, SH siap untuk menurunkan Kasi Perlindungan Konsumen ke Pabrik Gula Merah milik Gunawan. (anuari / tim)