Dalam Laporan Joko Sunarto Terkait Kematian Putranya Banyak Kejanggalan -->

Translate

RESOLUSITV

RESOLUSITV
AKURAT DAN TERPECAYA
RESOLUSITV

UNGKAP FAKTA

ENTRI YANG DI UNGGULKAN

Penambang Pasir Ilegal Di Marga Tiga Tidak Tersentuh Hukum

http://www.resolusitv.com www.resolusitv.com http://resolusitv.com Google.com Resolusitv.com, Maraknya penambangan pasir ilegal di Kecamatan...

Dalam Laporan Joko Sunarto Terkait Kematian Putranya Banyak Kejanggalan

RESOLUSITV
Kamis, Februari 11, 2021


Resolusi TV] Lampung - Lampung Timur. Saat tim Awak Media menghadiri undangan acara 100 Hari atas Meninggalnya Almarhum Anak Joko Sunarto dikediamannya Senin (08/02/2021),Joko mengungkapkan beberapa Hal yang menurutnya Janggal dalam Proses penanganan pengaduannya kematian Anaknya akibat kelalaian oknum anggota polisi pemilik Galian pasir ilegal yang ber inisial JS yang masih aktip dan bertugas di Polsek Jabung Polres Lampung Timur aneh dalam laporan Joko Pranoto yang terbit bukan LP dari SPKT melain kan Surat Tanda Pengaduan yang di keluarkan oleh penyidik tipeter.



Joko menuturkan" saya sempat di salahkan karena berani menyampaikan ke Media terkait laporannya ke Polres Lampung timur tentang dugaan kelalaian hingga mengakibatkan anak saya meninggal dan hal menyangkut Ganti rugi lahan milik saya dari PT PGN yang diduga diserobot juga oleh JS dengan surat kuasa aspal. bahkan saya di Takut-takuti akan dituntut terkait pemberitaan tersebut oleh oknum anggota Tipiter Polres Lampung Timur yang menangani laporannya. bahkan saya juga dititipin pesan agar Indra wartawan yang merilis berita ini datang menghadap ke anggota Tipiter Junaidi" terang Joko.

Saya juga merasa heran, sehubungan SP2HP tertanggal 01 Februari 2021 yang diberikan menyatakan laporannya dalam proses penyelidikan sudah mendapatkan bukti permulaan yang cukup dan akan dilakukan proses Penyidikan, namun anehnya saya malah diminta untuk membuat Laporan baru dan resmi, dan melaporkan atas nama Widodo yang merupakan pekerja di Galian pasir ilegal milik oknum Polisi JS tersebut“ padahal jelas Galian pasir ilegal itu punya Joni Silaban kok polisi minta saya melaporkan Widodo yang Cuma pekerja di sana,,,,?  saya kan jadi bingung makanya saya minta waktu untuk berembuk dengan keluarga, masa iya saya di minta melaporkan orang yang cuma pekerja disitu” paparnya.

Kemudian saya juga sudah ditelepon anggota Tipiter untuk segera datang membuat laporan baru tersebut, Saya janji Rabu kesana tapi saya masih bimbang untuk mengikuti kemauan mereka” tambahnya.

Sampai berita ini dirilis Awak media belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Polres Lampung Timur menyangkut pengakuan joko ini. [Tim]


Redaktur/editor : Herwandi