Salah satu tempat yang dinilai rawan terjadi kecurangan dalam proses Pilkada yakni penyortiran kertas suara. perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap proses tersebut.
dalam kegiatan itu pihak KPU akan melibatkan ratusan orang yang bisa saja berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa awak media meliput di sana. ada anggota bawaslu lampung timur hanya diem dan duduk berkelompok di tempat satu. melakukan monitoring ke mpok pekerja,sedangkan kelompok pekerja sendiri duduk berjauhan ,bisa di katakan luput dari pandangan,terutama mereka yang duduk di atas bangku penonton.
Padahal dalam kegiatan pelipatan kertas suara tersebut melibatkan Bawaslu, Polri dan TNI. Disayangkan tidak open danada membiarkan hal itu terjadi.
Dikarenakan surat suara merupakan bagian penting dalam pesta demokrasi. Sebab, kertas suara itu bisa menentukan nasib dan masa depan Warga Lampung Timur.
surat suara itu sangat penting karena menjadi keabsahan pemilih nanti. Apabila ada kekeliruan dalam hal penyortiran, misalnya kertas suara sobek atau cacat ya pasti yang dirugikan pemilih karena secara otomatis suaranya akan sia-sia.
penyelenggara harus betul-betul mengawasi secara ketat dengan melibatkan unsur Kepolisian atau TNI. Sebab, potensi kecurangan bisa saja terjadi bila tidak terjadi pengawasan secara massif oleh pihak penyelenggara.
Dari penyortiran dan pelipatan surat suara, Bawaslu mengawasi tenaga yang digunakan. Supaya menjamin keabsahan kertas suara tidak bocor keluar, lokasi dan tenaga yang akan digunakan dalam membantu penyelenggara menyortir kertas suara harus disterilkan dan diverifikasi. Tidak hanya itu, penyelenggara harus memastikan kertas yang telah disortir masuk ke kotak suara, dan harus memastikan bahwa surat suara tidak ada cacat atau dipastikan surat suara tidak ada kerusakan saat dicoblos. KPU harus memastikan itu karena hak konstitusi pemilih yang harus dijamin KPU.